|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
BISNIS MALL
Total anggaran pembelian mobil Rp4,9 Milyar dimana Rp.700 Juta dibutuhkan untuk biaya pelelangan
Today's Must-Reads
Demo Pilgub Sumsel Berujung Bentrok
Rabu, 10 September 2008 | 10:35:34
Palembang (BCZ)  Suasana disekitar kantor (KPU) Sumsel semakin mencekam. Kondisi itu mengiringi rencana rapat pleno yang akan dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel untuk melakukan rekapitulasi perhitungan suara pemilihan Gubernur Sumsel kemarin (Selasa, 9/9). Sekitar tujuh ribu massa yang berasal dari partai politik pendukung pasangan Syahrial Oesman - Helmi Yahya (Sohe) sejak pagi melakukan unjuk rasa di depan halaman kantor KPU Sumsel.

Massa mendesak KPU Sumsel untuk tetap melakukan rakapitulasi penetapan hasil pemilukada Sumsel seusai jadwal semula pada 14 September.

Massa yang menolak hasil pilgub di Kabupaten Muba yang disinyalir terjadi kecurangan, juga mendesak KPU Sumsel untuk melakukan pilgub ulang di kabupaten tersebut.

Meski tak satu pun anggota KPU Sumsel berada di kantornya, Polisi tetap menjaga ketat kantor KPU Sumsel. Demikian juga dengan jalan menuju kantor KPU Sumsel yang sudah diblokir aparat untuk menghindari masuknya massa susulan dari luar.

Tak hanya itu, polisi juga mensiagakan sekitar 110 aparat gabungan dari Poltabes Palembang dan Polda Sumsel dengan persenjataan lengkap. Selain itu juga terdapat dua pleton anggota TNI yang siaga di luar kantor KPU Sumsel. Sementara di dalam kantor KPU Sumsel, polisi juga memerika setiap orang yang masuk dengan menggunakan metal detector.

Sementara itu, orasi dari sejumlah demonstran terus bergema. tampak polisi berusaha memindahkan satu buah mobil Toyota Vios, bernomor polisi BG 2077 KK yang sudah terparkir di halaman depan dekat pagar KPU Sumsel.

Menurut aparat polisi, mobil tersebut sudah berada di KPU sejak dua hari yang lalu. Polisi saat ini masih mencari tahu siapa pemilik mobil tersebut Sekitar pukul 10.00 WIB, ribuan orang yang berasal dari massa partai pendukung pasangan Syahrial Oesman Helmi Yahya (SOHE), seperti PDIP, PKS, PPP, serta 15 parpol pendukung lainnya mulai memaksa masuk kantor KPU Sumsel.

Akibat tak diizinkan masuk, massa demonstran merusak pagar KPU Sumsel, bahkan sempat terjadi bentrok antara pendemo dan polisi yang berjaga di halaman kantor KPU Sumsel.

Aksi saling lempar terjadi antar massa pendukung SOHE dengan kepolisian pun terjadi. Bedasarkan pantauan wartawan koran ini, masa dari pendukung SOHE mulai melempari aparat dengan batu bambu yang menjadi tempat bendera yang mereka bawa dan benda keras lainnya yang ada di sekitar lokasi serta.

Polisi sendiri yang bersenjata lengkap, tampak hanya bertahan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Akibat lembaran yang dilakukan demonstan seorang anggota kepolisian dari pol air mengalami luka dikepala, sementara satu aparat polisi mengalami luka ringan di bagian tangan kiri.

Massa sendiri terkonsentrasi di beberapa titik, antara lain di dua pintu masuk pagar KPU Sumsel, kantor Dinas perikanan dan kelautan Sumsel yang terletak tepat di samping kantor KPU Sumsel. Karena aksi massa mulai tak terkendali, aparat melakukan penangkanapn terhadap tiga pengunjuk rasa yang diduga melakukan aksi provokasi.

Kapoltabes Palembang, Kombes Pol Drs Lucky Hermawan yang turun langsung di tengah aksi massa tersebut. mengatakan pihaknya siap memfasilitasi KPU Sumsel, Panwaslu Sumsel dan para tim sukses untuk berdialog dalam rangkan penyelesian persoalan yang terjadi. Kapoltebes juga berharap kepada pihak untuk menghindari cara cara kekerasan dalam menyampaikan aspirasinya.

“Kita mereka untuk mengunakan cara cara yang elegan, silahkan menempuh jalur hukum jika ada keberatan dan temuan kasus hukum, jangan ada penekanan penekanan. Kita juga minta masyarakat untuk tidak terprovokasi,” katanya.

Lucky menegaskan pihaknya akan membubarkan massa jika terjadi aksi anarkis. Lebih jauh Ia membenarkan bahwa pihaknya telah mengkoordinasikan kepada aparat kepolisian terletak di daerah perbatasan daerah untuk melakukan pencegahan masuknya massa dari luar daerah.

Sementara itu, ketiga demonstran yang diamankan di Mapoltabes Palembang yakni Edo (16), Yunadi (35) dan Syaiful (40). Menurut pengakuan Yunadi, dirinya tidak mengetahui diamankan polisi.

“Saya tidak melakukan anarkis. Malah saya yang menghimbau warga untuk tidak berbuat demikian,“ katanya.

Lebih lanjut, Yunadi yang mengaku simpatisan dari PDK (Partai Demokrasi Kebangsaan) mengaku siap ditindak melalui jalur hukum bila ternyata dirinya terlibat anarkis.

“Saya siap di hukum. Inikah negara hukum. Tapi saya tidak melakukannya,“ kilahnya.

Tampak Koordinator Aksi, Suparman Romans melakukan negosiasi dengan Kapoltebes Palembang. Suparman meminta Kapaoltabes untuk tidak melakukan penahanan terhadap anggotanya. Lebih jauh Suparman mengakatakan pihaknya akan tetap melakukan tekanan politik hingga tuntutnannya diakomodir oleh KPU Sumsel.

“Kami tidak yakin proses hukum bisa dilakukan secara benar, kami akan tetap mengunakan tekanan politik. Kami tidak mengacam, tapi KPU akan tahu konsekuensinya jika mereka tetap melakukan rapat pleno penetapan pemenang pilgub,” katanya.

Sesaat setelah terjadi negosiasi tersebut, aksi massa akhirnya berangsur membubarkan diri sekitar pukul 11.30 WIB. Salah satu tim kampaye SOHE, Darmadai Jufri usai aksi tersebut tampak mendatangi KPU Sumsel.

Darmadi mengatakan hasil pertemuan dengan Poltabes Palembang dan Polda Palembang Sumsel mengatakan rapat Pleno rakapitulasi di tingkat KPU Sumsel dan penetapan pemenag pemilukada Gubernur Sumsel ditetapkan pada 14 September.

Sementara, salah satu sumber Sumatera Ekspres di KPU Sumsel yang enggan disebutkan namanya saat di hubungi kemarin mengatakan rapat pleno terbuka rakapitulasi perhitungan suara di tingkat KPU Sumsel dan penetapan pemenang Pilgub Sumsel akan tetap dilakukan sesuai jadwal, yaitu pukul 08.00 WIB besok (Kamis, 11/9).

Seluruh data rekapitulasi pemilukada gubernur sumsel dari 16 kabupaten/kota di Sumsel sejak kemarin lusa (Senin, 8/9), telah masuk ke KPU Sumsel. Menurut salah satu anggota KPU Sumsel, rekap tersebut disimpan dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian. [rm/atm]
 
NUSANTARA [ indeks ]

MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • New Delhi (BCZ) Seorang ABG telah digunduli dan dibunuh dengan cara dilindas kereta api hanya karena mengirimkan surat cinta kepada wanita yang mempunyai kasta lebih tinggi darinya.
    Patna (BCZ) Seorang ibu yang telah mempunyai empat orang anak tega meninggalkan suami dan anak-anaknya demi menikahi mertuanya.
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us