|
Gresik (BCZ) Kabar mengejutkan datang dari Gresik United (GU).
Laskar Joko Samudro, julukan Gresik United, mengancam mengundurkan diri
dari kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2008/2009 wilayah timur.
Pengunduran diri itu merupakan reaksi keras dari GU atas keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menjatuhkan sanksi kepada dua pemainnya. Basuki (striker) dan Rudiyanto (bek) pada Rabu lalu (3/9) mendapatkan sanksi larangan bertanding plus denda dari komdis.
Basuki dan Rudiyanto mendapatkan tiga kali sanksi larangan bermain. Selain itu, mereka didenda Rp 25 juta untuk Basuki dan Rp 15 juta bagi Rudiyanto.
Putusan tersebut diambil karena menurut komdis, kedua pemain itu terbukti menganiaya wasit Suparman saat laga melawan PSIR di Stadion Krida, Rembang, (27/8).
''Ini pernyataan ketua umum bahwa GU akan mundur dari kompetisi jika sanksi itu tetap dijatuhkan. Saya merasa, sanksi yang dijatuhkan oleh komdis itu tidak adil,'' kata Husnul Khuluq.
Khuluq kecewa karena komdis menjatuhkan sanksi itu secara sepihak. ''Masak putusan dijatuhkan hanya berdasar video dan laporan PP (pengawas pertandingan),'' imbuh Khuluq.
Menurut Khuluq, komdis seharusnya memanggil pihak yang terlibat untuk dimintai keterangan. Menurut dia, jika memang kedua pemainnya diganjar hukuman, wasit yang memicu kejadian itu juga harus diperiksa. Jika terbukti bersalah, wasit tersebut harus dihukum.
Yang lebih membuat Khuluq geram, keputusan sepihak itu diberikan saat mayoritas tim Divisi Utama, termasuk GU, mengalami kesulitan dana.
''Sekarang kita ikut kompetisi dengan susah payah, terus dikerjai wasit, eh masih juga diberi sanksi. Daripada begitu, lebih baik mundur!'' tegasnya.
Menurut Khuluq, sebelum mundur, GU akan naik banding dulu, meski dalam surat putusan itu, komdis tidak memperkenankan untuk banding. Jika banding ditolak dan sanksi tetap berlaku, GU akan mundur.
Benarkah GU akan melaksanakan ancamannya? Wallahualam. Namun, BLI (Badan Liga Sepak Bola Indonesia) sudah memiliki aturan bahwa tim yang mundur akan dikenai sanksi berat. Dalam beberapa kesempatan, Joko Driyono, direktur kompetisi BLI, menjelaskan bahwa klub yang mengundurkan diri akan dijatuhi sanksi sesuai aturan. Jika berhenti di tengah kompetisi, tim akan dikenai sanksi degradasi dua tingkat. Artinya, jika GU mundur, mereka akan turun kasta ke Divisi Dua Liga Indonesia. (man/ko)
|