|
PAC Hanura Sagulung Bubar |
|
Senin, 8 September 2008 | 10:41:39 |
Batam (BCZ) Kemelut di tubuh Partai Hati Nurani (Hanura) juga terjadi di Batam.
Karena para pengurusnya yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif mendapatkan nomor urut bontot, maka PAC Hanura Sagulung, Sabtu (6/9) sepakat untuk bubar.
“Kita sangat menyayangkan keputusan yang dikeluarkan DPC Hanura Batam dan DPD Hanura Kepri, terhadap penentuan para caleg untuk didapil IV,”kata Amir, mantan Sekretaris PAC Hanuara Sagulung.
Ia melanjutkan, dengan keputusan itu, membuat para pengurus yang telah pontang-panting membangun partai ini di Sagulung menjadi sia-sia. Pasalnya, sejak awal memperkenalkan Hanura di kecamatan yang paling padat pendududknya itu, para pengurus dan masyarakat sepakat akan mengusung calegnya dari warga setempat.
“Hal inilah yang membuat Partai Hanura besar di mata masyarakat Sagulung. Apalagi mantan Ketua PAC Hanura Sagulung, M Nasir selalu berbuat dengan menggunakan hati nurani,” ujar Amir.
Setiap ada kegiatan mulai dari gotong-royong, fogging, kegiatan sosial, dan yang lainnya, orang selalu tampil adalah M Nasir alias Nacing. Sedangkan caleg yang duduk di nomor urut satu hingga tiga untuk partai Hanura di dapil IV tidak pernah kelihatan.
Namun, lanjut Amir, pada saat penentuan nomor urut caleg, apa yang di dapat Nacing. Orang yang sudah bekerja untuk partai selama ini, hanya mendapatkan nomor urut empat. Sedangkan nomor urut satu hingga tingga, bukanlah warga Sagulung dan tidak pernah dikenal warga.
Ia menilai, nomor urut empat yang disandang Nacing hanya merugikan dirinya jika tetap ikut pada pertempuran menjadi caleg. Bisa-bisa suara yang diraihnya hanya untuk memenuhi kuota caleg nomor urut satu atau dua.
“Dari pada orang yang kami percayai untuk membangun Sagulung ini dirugikan, lebih baik tidak ikut caleg sama sekali. Langkah ini juga didukung para pengurus anak ranting yang ada,” ungkap Amir kepada wartawan.
Selain pengunduran diri para pengurus PAC Hanura Sagulung, massa pendukung Nacing, melakukan aksi penurunan ratusan bendera partai politik (parpol) Hanura yang ada di wilayah Sagulung. Lalu bendera itu dikumpulkan di Sekretariat PAC Hanura Sagulung.
Pada saat itu, massa pendukung ada di Sekretariat yang ingin membakar bendera partai. Namun Nacing dengan tegas melarangnya.
“Tidak ada satupun bendera yang boleh dibakar,” kata Nacing.
Sedangkan bendera Pataka yang diterima dari Ketua DPC Hanura Kota Batam pada saat pelantika para pengurus PAC Hanura di Hotel Golden View, rencananya akan dikembalikan kepada pengurus DPC Hanura Batam Senin (8/9) ini. [rm/hta]
|