|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
BISNIS MALL
Total anggaran pembelian mobil Rp4,9 Milyar dimana Rp.700 Juta dibutuhkan untuk biaya pelelangan
Today's Must-Reads
Identitas Korban Ke-11 Ryan Simpang-Siur
Sabtu, 30 Agustus 2008 | 10:11:06
Jakarta (BCZ) Mabes Polri turun tangan langsung menangani dugaan salah tangkap pelaku pembunuhan terhadap Asrori di Jombang, Jatim. Satu tim lengkap berkekuatan 11 orang di bawah ketua tim Kombes Machmud Abduh telah diberangkatkan ke Jombang. ''Tim itu lengkap. Ada dari Bareskrim empat orang, Dokkes empat orang, dan Puslabfor tiga orang,'' ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira kepada wartawan usai salat Jumat di Mabes Polri, Jakarta, kemarin (29/8). Mereka akan membekingi petugas Polda Jatim.

Misi utama tim tersebut adalah meneliti mayat yang ditemukan di kebun tebu Jombang dan meneliti apakah ada kekeliruan dalam penyidikan yang dilakukan aparat Polres Jombang. Untuk menghindarkan simpang siur informasi, Abubakar juga membeberkan kronologi resmi penyidikan Polres Jombang.

Dimulai 27 September 2007, Polsek Perak, Jombang, menerima laporan orang hilang atas nama Moh. Asrori alias Aldo yang langsung dibuatkan laporan polisi. ''Dua hari kemudian, ada penemuan mayat tidak dikenal di kebun tebu wilayah Polsek Bandar Kedung Mulyo, Jombang. Oleh saksi mata Ishak Hidayat, kasus itu sudah dilaporkan polisi dan mayat dibawa ke Rumah Sakit Jombang,'' katanya.

Oleh aparat Polsek Bandar Kedung Mulyo, temuan mayat itu diinformasikan ke Polsek Perak yang langsung menghubungi keluarga Asrori. ''Rombongan keluarga sebanyak enam orang, di antaranya ayahnya, Jalal, dan kakaknya, Agung Wibowo, melihat mayat tersebut dan meyakini itu adalah Asrori yang hilang,'' ungkapnya.

Keyakinan keluarga tersebut didasarkan pada adanya bekas luka knalpot di kaki kanan, gigi taring kiri gingsul, kuku tangan terawat rapi, dan potongan rambut kanan tipis belakang tebal. ''Saat itu memang tidak dilakukan tes DNA dulu karena barangkali faktor jarak dan lokasi kejadian yang agak terpencil,'' jelas Abubakar.

Pada 30 September 2007, dilakukan otopsi dan keluarga semakin yakin bahwa mayat itu adalah Aldo.

Aparat Polres Jombang menemukan tiga orang yang membunuh Asrori. Modusnya adalah keinginan memiliki Asrori sebagai pasangan, namun tidak terwujud.

Bermula saat Imam Hambali alias Kemat menonton televisi ditemani David Eko Priyanto alias Agus di salon miliknya pada 21 September 2007 pukul 21.00. ''Lalu, datang Maman Sugianto alias Sugik yang ikut bergabung,'' katanya.

Kemat lalu curhat kepada Sugik bahwa dirinya sedang suntuk dan sumpek karena ingin memiliki Asrori, namun ditolak. ''Maksudnya dimiliki, ya kalian tahu lah kelompok yang seperti itu. Kemat lalu meminta tolong kepada Maman untuk menghabisi Asrori dan disetujui,'' ujar mantan Kapolrestro Jakarta Pusat itu.

Dia memastikan ketiganya (Sugik, David, dan Kemat) memiliki kelainan seksual atau berperilaku menyimpang.

Lalu, mereka bertiga keluar salon mencari Asrori dengan kendaraan Suzuki Carry. "Mobil itu juga menjadi salah satu alat bukti," katanya. Mereka bertemu Asrori di dekat Kebun Rojo, Jombang, lalu mengajaknya ikut ke mobil. Karena Asrori menaiki motor, maka mereka berempat kembali ke salon untuk memarkir motor Jupiter Z warna merah bernomor polisi S 4088 WJ itu.

"Setelah berempat naik mobil, mereka berhenti di sebuah rumah kosong dan masuk di sebuah kamar, lalu Asrori dipukul kayu oleh Maman dan pingsan," katanya. Oleh mereka bertiga, Asrori dibawa ke sawah Dusun Braan, bekas kebun tebu, bajunya dilepas, ditusuk pisau, lalu disiram oli dan ditutup dengan daun tebu. "Pakaian Asrori dibuang ke sungai oleh Kemat, Maman mengambil HP-nya dan esok harinya mengambil motor milik korban dari salon Kemat," paparnya.

Abubakar juga meragukan terjadinya tindak kekerasan dalam penyidikan oleh polisi untuk mendapatkan pengakuan. "Mereka didampingi pengacara dan nama tersangka Maman itu diperoleh dari pengakuan David di depan sidang pengadilan yang justru mempertanyakan kenapa Maman tidak ikut ditangkap," katanya. David telah divonis 12 tahun penjara, Imam 17 tahun, sedangkan Maman masih dalam proses persidangan.

Menurut Abubakar, masalah muncul ketika Ryan mengakui membunuh Asrori dan dikubur di dekat rumahnya. DNA mayat itu juga ternyata cocok dengan keluarga Asrori. "Tapi, saat ditunjukkan foto Asrori oleh penyidik, dia (Ryan, Red) mengakui bukan orang itu yang dibunuh," jelas Abubakar.

Selain itu, Ryan juga tidak pernah menyebut Asrori sebagai Aldo. "Dia mengakuinya sebagai Asrori alias Luky," ujar mantan Kapolwil Bogor, Jawa Barat, itu.

Dugaan sementara polisi, ada dua Asrori yang sama-sama tewas terbunuh. "Kejanggalan yang lain, Ryan mengaku membunuh dengan memukul, sedangkan pada otopsi mayat yang di ladang tebu itu ada bekas luka tusuk sesuai pengakuan terpidana di Jombang," terangnya.

Lantas, siapa mayat yang di ladang tebu itu? Abubakar berjanji segera mengumumkannya. "Ini sedang ada proses tes DNA lagi," katanya.

Sampel tes itu diambil dari tiga laporan orang hilang di Jombang. Yakni Fauzan Suyanto alias Antonius yang hilang September 2007, Hendro Wiyono hilang 2006, dan M. Affandi yang hilang Oktober 2007. "Sebelumnya ada empat, tapi satu orang telah kembali, yakni Tulus Purwanto, yang katanya selesai berziarah di makam sunan-sunan," ujarnya.

Menurut Abubakar, kemungkinan salah dalam tes DNA juga bisa terjadi. Artinya, belum tentu hasil tes DNA Mr X di belakang rumah Ryan itu valid seratus persen sebagai Asrori alias Aldo. "Karena itu, sekarang ini sedang ada cek silang DNA itu. Mayat di kebun tebu juga akan dicocokkan lagi dengan DNA keluarga Asrori," katanya.

Bila benar ada dua Asrori, beberapa kejanggalan harus bisa dipecahkan polisi. Pertama, hasil tes DNA terhadap keluarga Aldo identik dengan jenazah yang ditemukan di belakang rumah Ryan. Itu berarti yang membunuh Aldo sangat mungkin Ryan. Padahal, sepeda motor Yamaha Jupiter milik Aldo ditemukan berada di tangan Kemat cs.

Kejanggalan kedua, Ryan dan Aldo beberapa kali melakukan komunikasi melalui SMS. SMS terakhir terjadi pada 26 September 2007. Nah, pada 27 September, keluarga Aldo melaporkan kehilangan dia. Kemudian, pada 29 September, ditemukan mayat di kebun tebu yang oleh keluarga juga diakui sebagai Aldo. Saat ini, pembunuhan di kebun tebu itu diyakini dilakukan Kemat cs. Ryan sendiri mengaku membunuh Asrori alias Luky setelah Lebaran 2007 (November) dan bukan membunuh Aldo.(rdl/git/fal/nw)
 
MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • New Delhi (BCZ) Seorang ABG telah digunduli dan dibunuh dengan cara dilindas kereta api hanya karena mengirimkan surat cinta kepada wanita yang mempunyai kasta lebih tinggi darinya.
    Patna (BCZ) Seorang ibu yang telah mempunyai empat orang anak tega meninggalkan suami dan anak-anaknya demi menikahi mertuanya.
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us