|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
BISNIS MALL
Total anggaran pembelian mobil Rp4,9 Milyar dimana Rp.700 Juta dibutuhkan untuk biaya pelelangan
Today's Must-Reads
Wapres Awasi Tim Negosiasi LNG Tangguh
Jumat, 29 Agustus 2008 | 12:51:41
SBY Semprot Kepala BPS dan BPKP
Jakarta (BCZ) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akhirnya mengambil sikap atas kontroversi kontrak Liquid Natural Gas (LNG) Tangguh, Papua. Dalam sidang kabinet paripurna kemarin diputuskan membentuk tim yang bertugas melakukan negosiasi ulang kontrak yang merugikan Indonesia triliunan rupiah tersebut.

Masalah kontrak LNG Tangguh menghangat karena antara Kalla dan mantan Presiden Megawati sempat saling melempar tanggung jawab. Kontrak LNG Tangguh dinilai terlalu murah, hanya USD 3,8 per MMBTU. Padahal, harga pasaran dunia saat ini USD 25 MMBTU. Kalla menuding Megawati bertanggung jawab atas kontrak tersebut. Sebab, kontrak itu ditandatangani di era Megawati dengan ketua tim saat itu Taufiq Kiemas.

Sebelum memulai sidang kabinet, SBY dan Kalla memberikan keterangan kepada wartawan terkait masalah tersebut. Menurut SBY, kontrak LNG Tangguh terjadi pada pemerintahan sebelumnya. ''Ada kabar entah dari mana, menuding saya dan Pak Jusuf Kalla ikut menentukan harga,'' kata SBY.

''Jelas tidak mungkin. Itu tidak benar. Kalau tahu ada kontrak dengan RRT, iya. Tapi, saat itu saya dan Pak Jusuf Kalla tidak terlibat,'' kata SBY.

Karena itu, lanjut dia, pemerintah memutuskan merenegosiasi kontrak LNG Tangguh. Wapres sendiri yang langsung mengawasi, sedangkan Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani ditugasi membentuk tim negosiasi baru. ''Jika berhasil, pemerintah ambil keputusan. Sejak itu, tanggung jawab ada di tangan saya. Jangan sampai tidak tahu jika ada masalah di kemudian hari,'' tegas SBY.

Rupanya SBY menyindir Megawati yang menuding dirinya dan Kalla ikut bertanggung jawab atas kontrak LNG Tangguh pada 2002 itu.

Di tengah-tengah memberikan keterangan pers, SBY tiba-tiba berhenti sejenak karena mendengar ada peserta sidang kabinet yang berbicara sendiri. Sejurus kemudian, SBY mengeluarkan ucapan dengan nada tinggi. ''Hai, jangan ngobrol sendiri. Dengarkan! Ini masalah penting,'' kata SBY sambil menuding ke arah Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan dan Kepala BPKP Didi Widayadi.

Rupanya, SBY terganggu dengan suara Rusman yang sedang berbincang dengan Didi. Sebenarnya mereka ngobrol bertiga. Satu lagi adalah Kepala BIN Syamsir Siregar. Namun, Syamsir tidak ikut dituding karena pandangan SBY terhalang Rusman dan Didi.

Sebelumnya, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa dirinya telah menjajaki kemungkinan negosiasi ulang proyek LNG Tangguh di Beijing. Menurut Kalla, sejak eksplorasi di Arun dan Bontang, Indonesia mempunyai formula dalam menjual LNG. Yaitu, harga ekuivalen dengan tingkat persentase harga minyak. Kata Kalla, formula kontrak di Tangguh adalah yang terjelek dan terparah dalam sejarah perminyakan. Sebab, kalau Arun 30 tahun yang lalu saja 7,5 persen, Bontang yang 25 tahun lalu 15 persen, Tangguh hanya 5 persen terhadap harga minyak.(tom/oki)


 
MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • New Delhi (BCZ) Seorang ABG telah digunduli dan dibunuh dengan cara dilindas kereta api hanya karena mengirimkan surat cinta kepada wanita yang mempunyai kasta lebih tinggi darinya.
    Patna (BCZ) Seorang ibu yang telah mempunyai empat orang anak tega meninggalkan suami dan anak-anaknya demi menikahi mertuanya.
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us