|
Malang (BCZ) Belum tuntas pengusutan 253 pohon yang mati diracun beberapa
bulan lalu, Dinas Pertamanan Pemkot Malang kembali disibukkan dengan
kasus serupa
Berdasarkan data, sedikitnya ada 200 pohon di sepanjang jalan protokol yang sengaja dimatikan. Mayoritas pohon itu adalah pohon angsana.
Kadis Pertamanan Mardjono mengungkapkan, pohon-pohon yang sengaja dimatikan itu paling banyak berada di kawasan sepanjang Jl Raden Intan dan Jl Panji Suroso. Sebagian besar lainnya di ruas jalan besar di kawasan pusat kota. ''Memang ada yang mati kekeringan. Tapi, paling banyak dimatikan dengan racun," kata Mardjono.
Dia mengaku tak hanya repot dengan masalah itu, tapi juga benar-benar tak habis pikir. Apalagi, satu kali saja meracuni pohon angsana, maka pohon ini tak bisa bertahan. Lain lagi dengan pohon jenis non-angsana yang mampu bertahan lama meski terkena racun. ''Kasus ini akan terus kami pantau. Salah satunya dengan meningkatkan pengawasan," tegasnya.
Ratusan pohon-pohon yang diracun itu, lanjut Mardjono, akan diganti dengan pohon baru. Saat ini dinas pertamanan sudah menyiapkan 600 bibit pohon pelindung. Ratusan pohon pengganti inilah yang bakal ditanam di sepanjang kawasan Jl Raden Intan dan Jl Panji Suroso dan wilayah sekitarnya. Termasuk, kawasan Brigjen Slamet Riyadi. ''Kami sengaja fokus di jalan-jalan itu. Karena kawasan tersebut adalah pintu masuk dari arah Surabaya," beber dia.
Untuk menyukseskan pekerjaan itu, dinas pertamanan melibatkan 445 orang dari berbagai elemen. Mulai TNI/Polri, Polresta Malang, TNI AL, Brimob, dan satuan kerja terkait di lingkungan Pemkot Malang. ''Ini sekaligus menyiapkan penilaian Adipura tahap II," ujarnya.
Bagaimana dengan kasus 253 pohon yang dimatikan lebih dulu? Kasus tersebut, kata Mardjono, sampai saat ini ditangani Polresta Malang. Bahkan, dua oknum yang didapati meracun pohon-pohon di daerah Dinoyo dan Jl KH Agus Salim itu dalam pengawasan ketat. (nen/war)
|