|
Solo (BCZ) Seorang pasien wanita di RS Dr Moewardi, Jebres, Solo, kemarin pagi (27/8) didapati bunuh diri di ranjang perawatannya.
Pasien bernama Sri Hartini, 50, asal Jl Anilo, Pakunden, Ponorogo, itu tewas setelah menusuk perutnya sendiri menggunakan pisau pengupas buah. Pisau yang dibawanya sendiri dari rumah itu ditemukan masih menancap di perutnya, ketika aksi itu kepergok.
Menurut keterangan, Sri Hartini sudah dua pekan dirawat karena menderita kanker rahim. Maka, polisi menduga aksi itu merupakan buah dari keputusasaannya akan penyakit itu. Yang menemukan aksi bunuh diri itu adalah kerabatnya, yang menunggui Sri selama dirawat.
Saat tertidur di bawah ranjang Sri, saksi mendapati darah menetes dari tubuh kerabatnya itu. Saksi pun terbangun. Dia lantas memeriksa kondisi pasien. Ketika itu dia mendapati kerabatnya dalam keadaan sekarat dengan darah bersimbah di atas perut.
Kepanikan pun terjadi di bangsal perawatan itu. Kerabat korban serta beberapa orang lainnya langsung melaporkan ke perawat jaga. Petugas medis pun kemudian melarikan Sri ke instalasi bedah. Sayangnya, nyawa dia tak berhasil diselamatkan.
"Upaya pertolongan sudah kami lakukan secara maksimal. Tapi, kami tidak berhasil menyelamatkannya," kata Mulyati, humas RSUD Dr Moewardi.
Mulyati yang mengaku berada di Semarang mengaku tidak tahu persis rekam medis dan riwayat penyakit Sri. Namun, dia memastikan korban memang sengaja mengakhiri hidupnya menggunakan pisau pengupas buah. Pisau itu dibawa sendiri oleh keluarga korban. Mulyati menyatakan pihak rumah sakit langsung melaporkan hal itu ke polisi.
"Saya tidak tahu rincian mengenai korban. Soalnya saya di Semarang. Korban orang Ponorogo," tandasnya.
Sri Hartini diketahui pernah menjalani operasi kanker rahim pada 2004. Namun, operasi itu tak menghilangkan kanker di rahimnya. Penyakit itu belakangan kambuh lagi. Dua pekan lalu, Sri harus dilarikan lagi ke rumah sakit.
Kasat Reskrim Poltabes Solo Kompol Suhariyanto mengaku belum mendapat kabar mengenai hal itu. Dia juga mengaku sedang berada di Semarang. "Dugaan sementara motifnya adalah putus asa karena penyakitnya tidak sembuh-sembuh," timpal seorang polisi. (jpnn/aw/tej)
|