Apindo Bentuk Timsus Kenaikan Tarif Listrik
BATAM - GUBERNUR Provinsi Kepri Ismeth Abdullah mengaku kaget dengan
terbitnya rekomendasi DPRD Batam untuk menaikkan tarif listrik.
”Saya kaget sekali setelah mendengar keputusan itu (kenaikan tarif listrik, red),” kata Ismeth saat menghadiri wisuda UIB di Planet Holiday Hotel Batam, Rabu (27/8).
Gubkepri mengatakan kebijakan menaikkan tarif listrik ini akan membawa dampak yang luas bagi masyarakat Batam, khususnya bagi kalangan pengusaha. Menurutnya, khusus untuk kalangan industri, kenaikan ini akan mengurangi tingkat produktivitas perusahaan yang menyebabkan pengusaha kurang kompetitif.
”Padahal kawasan ini (Batam) dibentuk supaya menjadi sentra industri yang kompetitif,” katanya.
Meski sudah dipastikan akan membawa dampak negatif, namun Gubkepri tidak menilai kebijakan tersebut sebagai kebijakan yang kurang tepat. Dia mengaku, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Batam soal kenaikan tarif listrik yang secara resmi disepakati oleh DPRD Kota Batam pada 25 Agustus lalu itu.
”Kami akan lihat struktur kenaikan tarifnya dulu, apakah benar-benar membawa impact serius pada perusahaan atau tidak,” lanjutnya.
Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Abidin mengatakan, saat ini pihaknya telah membentuk tim khusus (timsus) terkait kenaikan tarif listrik di Kota Batam. Timsus ini, kata dia, akan bertugas sebagai tim pencari fakta terkait keputusan anggota DPRD Batam dalam menyetujui rekomendasi kenaikan tarif listrik PLN.
Abidin mengatakan, kebijakan pemerintah menaikkan tarif listrik sangat merugikan kalangan pengusaha di sektor UKM dan industri. ”Ini pembunuhan secara perlahan-lahan,” tudingnya. Disinggung mengenai kemungkinan adanya praktik suap dalam keputusan rekomendasi kenaikan tarif listrik, Abidin mengaku tidak tahu. ”Kami tak sampai ke sana (masalah suap), tapi yang jelas timsus kami yang akan menyelidiki semuanya,” lanjut Abidin.
Bos Sat Nusapersada ini mengatakan pihaknya telah beberapa kali mencoba melakukan mediasi dengan para anggota Dewan. Namun sampai sekarang, kata dia, belum ada pembicaraan diatara kedua belah pihak. ”Cuma janji-janji surga saja,” kata Abidin sambil berlalu.
Sementara itu, Ketua DPRD Batam Soerya Respationo mengatakan, DPRD Batam akan menyerahkan rekomendasi persetujuan kenaikan tarif listrik usai masa reses. Saat ini, rekomendasi itu sedang diproses di pimpinan Dewan. ”Usai reses nanti, baru kami sampaikan. Masih diproses di koordinator Komisi III, Pak Chablullah,” katanya di Hotel Novotel, kemarin.
Soerya mengatakan, rekomendasi DPRD itu perlu diteliti sebelum diserahkan karena saat disetujui fraksi-fraksi minus PKS, DPRD tak langsung menentukan besaran kenaikan tarif listrik itu. ”Biar tak ada yang salah, kami telaah dulu sebelum diserahkan. Nanti kalau Dewan sudah masuk, rekomendasi kita berikan,” tukasnya.
Listrik Padam Sehari
PLN Batam melakukan pemadaman aliran listrik selama seharian Kamis (28/8) hari ini, akibat adanya gangguan teknis pada katup pengatur saluran gas utama (main valve control) milik PT PLN Batam. Pemadaman dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 20.30 WIB.
Meski begitu, rencana pemadaman hampir sepuluh jam itu digilir per lokasi. Rata-rata tiap lokasi mengalami pemadaman sekitar satu hingga dua jam. Lokasi pertama yang padam di Perumahan Kurnia Djaya Alam, Kopkar PLN, Bukit Palem Permai, Bepede, Perum Bida Asri 2, Uniba, Graha Nusa, Perumahan Pemko, Perumahan BSI, Valencia, Bona Vista, Bunga Raya, Buana Vista, Perum Bandara dan sekitarnya
”Kami meminta maaf atas kondisi ini. Ada gangguan teknis pada katup saluran gas utama sehingga perlu perbaikan,” kata Humas PLN Batam Ade Sulistiani.
Menurut Ade, pemadaman aliran listrik bisa jadi bakal lebih cepat jika tim gugus tugas PLN bisa menyelesaikan gangguan itu lebih cepat. ”Jam satu dini hari (tadi, red) tim sudah bekerja. Rencana pemadaman sampai malam itu mengantisipasi kemungkinan terburuk saja,” tukasnya. ***
|