|
BATAM - Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika meminta pemilik
bengkel di depan Kompleks Roma Sumatera, Jodoh segera membongkar
bangunannya. Pasalnya, bangunan berisi mesin genset dan peralatan
bengkel lain itu berada di atas parit.
Sebelumnya, warga sekitar tidak begitu mempermasalahkan hal ini, walaupun dari keterangan Dinas Tata Kota, bangunan ini tak berizin. Hanya saja setelah ada hanyutan tanah yang membuat lumpur di dalam parit, warga protes.
Sebab aliran tanah dari proyek pembangunan proyek perumahan dan apartemen PT Mega Wahana di daerah Seraya, mendangkalkan parit dan menyebabkan banjir.
Otorita Batam (OB) akhirnya turun tangan dengan membuatkan parit baru untuk aliran alternatif air.
Masalahnya kemudian, OB tidak bisa membangun batu miring di parit sebab terhalang bangunan bengkel berisi mesin genset tadi.
”Saya sudah terima laporan masyarakat sejak lama soal ini. Sesuai prosedur, kita akan lakukan penertiban,” ujar Ria di lokasi kemarin.
Meski begitu, ia masih memberi kesempatan pemilik membongkar sendiri bengkel tersebut sebelum pemerintah mengambil upaya persuasif. ”Jika tidak ada juga tanda pemilik akan membongkar, akan dibongkar paksa,” katanya.
Selanjutnya Pemko Batam melalui Dinas Tata Kota akan memanggil pemilik bengkel, yang menurut keterangan Lurah Jodoh Abidun Pasaribu, masih tergabung dengan Hotel Bahari di dekatnya.
Ditambahkan Camat Batuampar Hendri, masalah lumpur ini sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Pihak perusahaan sudah dipanggil hearing namun tidak pernah datang.
”Alamat lengkap perusahaan itu pun tak jelas,” kata Hendri yang turut meninjau lokasi. (ary)
|