|
Pembajak Sudan Lepaskan Sandera |
|
Rabu, 27 Agustus 2008 | 18:44:39 |
Kufrah (BCZ) Para pembajak pesawat Sudan telah melepaskan penumpang pesawat yang menjadi sandera mereka.
“Dua orang pembajak dan seorang krew pesawat masih berada di dalam pesawat tersebut. Kami masih mengadakan negosiasi dengan mereka,” kata seorang pejabat keamanan Libya.
Pesawat Boeing 737 milik Sun Air dengan 100 penumpangnya telah dibajak sesaat setelah lepas landas dari bandara Nyala di Darfur, Sudan. Pesawat ini kemudian diijinkan untuk melakukan pendaratan di Bandara Kufrah Libya setelah bahan bakar pesawat menipis.
Otoritas penerbangan Libya menyatakan terdapat 95 orang penumpang dan tujuh orang awak pesawat dalam pesawat yang dibajak. Kesemua penumpang telah dilepaskan setelah sebelumnya dilaporkan bahwa para pembajak tersebut bersedia untuk melepaskan penumpang wanita dan anak-anak.
“Hingga saat ini belum diketahui motif pembajakan ini. Saat ini mereka hanya menuntut untuk disediakan makanan dan bahan bakar sehingga mereka bisa melanjutkan perjalanan ke Perancis,” kata Mortada hasa, Manajer Sun Air.
Pilot pesawat Sun Air dalam perbincangannya dengan otoritas keamanan Libya menyatakan bahwa pembajak menyatakan dirinya sebagai bagian dari Pergerakan Kebebasan Sudan (SLM), sebuah grup pemberontak yang berasal dari Darfur.
“Mereka menyatakan dirinya merupakan bagian dari SLM yang diketuai oleh Abdel Wahed Nur yang saat ini tinggal di Paris. Mereka telah berkoordinasi dengannya untuk mengadakan pertemuan di ibukota Perancis,” tambahnya. (jhs)
|