|
Batam (BCZ) Botol dan gelas air minum dalam kemasan (AMDK)
sering kembali digunakan. Bahkan, botol atau gelas itu dipakai
berulang-ulang. Padahal, sebenarnya, kemasan tersebut hanya untuk
sekali pakai.
"Ada standar kesehatan yang harus dipenuhi produsen AMDK. Standar ini bertujuan meminimalkan bakteri yang ada di dalam kemasan," kata ahli gizi RSU dr Soetomo Surabaya Fx Wahyurin Mitano SKM.
Kalau segelnya sudah dibuka, lanjut dia, hendaknya, botol tidak dipakai lagi. Sebab, AMDK dibuat dari bahan polyethylene terephthalate atau PET yang mengandung karsinogen (penyebab kanker).
Zat itu membahayakan kesehatan tubuh bila terminum. Melalui serangkaian standar sterilisasi botol, saat masih tersegel, zat tersebut bersifat tidak aktif. "Jumlah bakteri yang ada dalam AMDK pun dipastikan tak melampaui ambang batas toleransi," ujarnya.
Penggunaan botol atau gelas AMDK berulang, tegas wanita yang akrab dipanggil Ririen itu, membuat karsinogen tersebut larut dalam air yang kita minum. Terutama bila dilakukan dalam jangka panjang.
Jika memang terpaksa menggunakan lagi, botol atau gelas minuman kemasan perlu dicuci dengan sabun yang mengandung disinfektan atau antikuman. "Sabun cuci untuk perabot rumah tangga sudah memenuhi standar ini," ucapnya.
Menurut Ririen, mulut botol merupakan bagian yang paling banyak berisiko menularkan bakteri. Maklum, bagian itu sering bersentuhan dengan mulut. Pembersihan bagian tersebut jadi prioritas. Karena mulut botol sempit, mungkin dibutuhkan sikat pembersih botol untuk menjangkau dasar botol itu. Setelah dicuci, tiriskan kemasan hingga benar-benar kering. Pemanasan di bawah sinar matahari selama dua atau tiga menit akan membunuh kuman yang bersarang pada kemasan tersebut.
Dia menambahkan, sebaiknya, botol yang belum kering setelah dicuci tak digunakan. Sebab, botol yang lembap memungkinkan jamur tumbuh subur. Selain itu, setelah kering, botol segera tutup kembali. "Jangan membiarkan botol dalam keadaan kosong terlalu lama," sarannya. Ririen menegaskan, kemasan AMDK yang sudah berubah warna sebaiknya dibuang. Pelarutan warna menunjukkan adanya reaksi kimiawi.
Kalaupun membutuhkan kemasan yang memungkinkan dipakai berulang, dia lebih menyarankan pemakaian kemasan plastik kedap udara. "Memang lebih mahal, tapi bahannya lebih aman dan mudah dibersihkan," tuturnya. (uji/nda)
|