|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
BISNIS MALL
Total anggaran pembelian mobil Rp4,9 Milyar dimana Rp.700 Juta dibutuhkan untuk biaya pelelangan
Today's Must-Reads
Mega dan Jusuf Kalla Saling Menyalahkan
Selasa, 26 Agustus 2008 | 12:11:38

Seputar Penjualan Gas Murah ke Cina
Jakarta (BCZ)  Megawati Soekarnoputri dan Jusuf Kalla saling tuding paling bersalah terhadap kasus penjualan gas alam murah dari Lapangan Tangguh ke Provinsi Fujian, Tiongkok.

Alasan Megawati adalah pada saat transaksi, Kalla menjadi anggota kabinet Presiden Megawati yakni menjadi Menko Kesra.

"Bilang sama Pak Kalla, dia juga ada di situ bersama SBY," kata Mega di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Tudingan itu dijawab Jusuf Kalla dengan menuding kembali. Kalla menolak disuruh bertanggung jawab atas penjualan gas dengan harga murah dikarenakan perundingan hanya dilakukan kedua pemimpin negara, yakni Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Tiongkok Jiang Zemin.

"Kami tidak ikut berunding," katanya.

Menurut Kalla, negosiasi itu dipimpin langsung oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, sedangkan anggota kabinet tidak ada yang tahu dalam penentuan harga gas yang berlaku flat selama 25 tahun itu.

"Yang menentukan siapa, sama sekali kita tidak tahu. Sama sekali tidak tahu. Saya ulangi, pemerintah (kabinet) saat itu sama sekali tidak tahu," tandas Kalla.

Sebelumnya, gugatan terhadap obral gas dari lapangan Tangguh ke Provinsi Fujian tersebut pertama dilansir Kalla setelah bertemu Utusan Khusus Perdagangan dan Investasi Kerajaan Inggris Pangeran Andrew beberapa waktu lalu.

Ketika itu, Kalla menyentil harga gas Tangguh yang lebih kecil daripada kontrak ekspor gas Bontang ke Jepang atau kontrak ekspor gas Tangguh ke Korea dan Meksiko. Akibat kontrak gas yang rendah, porsi pendapatan BP, operator lapangan Tangguh, juga kecil.

Akhir pekan lalu Wapres Jusuf Kalla kembali menuntut kebijakan menjual gas murah harus diusut Panitia Angket DPR.

Megawati yang ketika itu menjadi presiden dinilai layak dimintai keterangan. Desakan itu disambut Panitia Angket DPR yang menyatakan membuka kemungkinan memanggil Megawati bila audit BPK menemukan kerugian negara. [rm/min]


 
MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • New Delhi (BCZ) Seorang ABG telah digunduli dan dibunuh dengan cara dilindas kereta api hanya karena mengirimkan surat cinta kepada wanita yang mempunyai kasta lebih tinggi darinya.
    Patna (BCZ) Seorang ibu yang telah mempunyai empat orang anak tega meninggalkan suami dan anak-anaknya demi menikahi mertuanya.
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us