|
BATAM - CUMA gara-gara tak ada lauk saat hendak makan siang di rumah
orangtuanya, Amrizon (21) nyaris membakar rumah dan Esdina, ibu
kandungnya sendiri.
Peristiwa mengerikan itu, terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, Senin (25/8). Amrizon yang sehari-harinya bekerja sebagai supir taksi di sekitaran Telagapunggur, berniat makan siang di rumah orangtuanya, RT01/RW 02 Teluk Nipah, Telagapunggur. Saat itu, cuma ada ibunya di rumah. Sementara, bapaknya keliling menjajakan ikan.
”Makan pakai lauk apa, Mak?” tanya lelaki bertubuh kurus itu sambil membuka tudung saji di atas meja.
”Tak ada lauk. Mamak tak ada duit. Kaulah kasih Mamak duit. Kau kan sudah kerja, masak bisanya cuma minta makan terus,” jawab ibu lima anak itu mencoba menyadarkan anaknya.
Rupanya, ucapan Esdina membuat Amrizon tersinggung. Ia naik pitam. Sebuah cermin di rumah tersebut, langsung ia pecahkan. Tak itu saja, Amrizon juga mengobrak-abrik benda-benda yang ada di rumah sederhana tersebut. Bahkan, pria berstatus lajang ini, sempat memaki Esdina dan mengancam bakal membunuhnya.
Melihat prilaku kasar Amrizon, wanita yang kulit wajahnya mulai dihiasi gurat ketuaan ini, hanya bisa pasrah. ”Saya dibilang perempuan murahan. Setelah puas memaki saya, dia tumpahkan satu jirigen minyak tanah dalam rumah dan mengancam akan membakarnya,” kata Esdina sambil menitikkan air mata saat membuat laporan ke Mapolsekta Nongsa, kemarin.
Esdina mengaku sempat mengingatkan Amrizon kalau yang sedang ia maki itu adalah ibunya sendiri. ”Saya ini Mamakmu,” ucapnya mengulangi omongannya kepada sang anak.
Mendengar ucapan ibunya, Amrizon memilih pergi. Usai peristiwa mengerikan itu, suami Esdina datang. Sang suami menyaksikan istrinya menangis dan melihat kondisi rumah yang porak-poranda. ”Rumah kok berantakan semua. Bau minyak pula,” ujar Esdiana menceritakan ucapan sang suaminya.
Lelaki ini mengakui, Amrizon kerap berbuat kasar kepada ibunya. ”Kalau istri saya punya penyakit jantung, mungkin dia sudah mati dari dulu. Dia beraninya sama ibu saja, tapi kalau sama saya dia takut,” ungkapnya.
Takut terulang, Esdina dan suaminya memilih melaporkan prilaku kasar Amrizon itu kepada polisi. Selang setengah jam kemudian, polisi berhasil mengamankan supir taksi tersebut dan memasukkannya ke sel tahanan Mapolseta Nongsa.
”Amrizon sudah kita amankan. Sekarang kasus ini masih dalam penyelidikan,” kata Kapolsekta Nongsa AKP Indra Pramana kepada Batam Pos, kemarin. ***
|