Kinerja Bakrie Telecom Semester I 2008
BATAM – Management PT Bakrie
Telecom Tbk (BTEL) terlihat makin solid, seperti yang ditunjukkan pada
kinerja perusahaan selama semester I 2008, baik dalam laju pertumbuhan
pelanggan maupun kinerja keuangan.
Meskipun secara umum kompetisi yang berkembang di antara operator telekomunikasi semakin ketat, namun manajemen BTEL mampu memperlihatkan kualitasnya dengan hasil pencapaian positif di semester I 2008.
Jumlah pelanggan Bakrie Telecom dalam semester I 2008, mengalami peningkatan hampir 1,5 kali lipat atau 141,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Jika pada semester I 2007 jumlah pelanggan BTEL sebesar 2,2 juta pelanggan, pada semester I 2008 jumlah pelanggannya naik menjadi 5,4 juta pelanggan. Sementara, jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2007, di mana jumlah pelanggan BTEL terdapat sejumlah 3,8 juta, terdapat pertumbuhan sebesar 42,2 persen.
Pertumbuhan jumlah pelanggan yang cukup signifikan ini juga telah mendorong pencapaian positif kinerja keuangan perusahaan. Dari laporan keuangan per
30 Juni 2008, laba bersih perusahaan juga tumbuh 59,5 persen. Jika di semester pertama 2007 laba bersih Bakrie Telecom tercatat sebesar Rp39,1 miliar, pada periode yang sama di tahun 2008 laba bersih perseroan meningkat menjadi Rp62,4 miliar.
Pertumbuhan signikan juga tercatat pada pendapatan bersih perusahaan yang tumbuh 90,2 persen dari Rp493,2 miliar pada semester I 2007, menjadi Rp938 miliar periode yang sama di tahun berikutnya. Peningkatan yang tak jauh berbeda juga tampak pada pendapatan kotor perusahaan yang melonjak sebesar 90,0 persen, di mana pada kuartal pertama 2008 pendapatan kotor perusahaan tercatat senilai Rp1.235,0 miliar. Sedangkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya, pendapatan kotor perusahaan masih sebesar Rp650,1 miliar.
Sementara itu catatan EBITDA (Earnings Before Interest, Depreciation & Amortization) untuk kuartal pertama 2008 sebesar Rp341,3 miliar atau tumbuh 72,1 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp198,4 miliar.
Menurut Direktur Keuangan PT Bakrie Telecom Tbk, Jastiro Abi, laju pertumbuhan pelanggan sesuai dengan target yang diharapkan. Laju ini, katanya, bersifat eksponensial sebagai akibat dari kombinasi upaya meningkatkan kualitas jaringan, perluasan wilayah layanan dan keberhasilan BTEL mengeluarkan paket-paket produk yang diminati masyarakat. Sehingga, memperkuat posisi BTEL sebagai operator inovatif yang berbeda dengan operator lain. “Pertumbuhan pelanggan ini juga menghasilkan kinerja keuangan yang menggembirakan,” kata Jastiro Abi, dalam siaran pers yang dikirim ke Batam Pos, Senin (25/8).
Di sisi jaringan, sebut Abi sapaan akrabnya, Bakrie Telecom telah mematangkan serangkaian aktivitas peningkatan kualitas jaringan dan sinyal. Baik di wilayah pengembangan baru seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera maupun di kota-kota yang telah lama dilayani Esia, Wifone, dan Wimode seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. ”Peningkatan kualitas jaringan ini telah memberikan dampak positif terhadap tingkat call set up success ratio, penurunan tingkat putus hubungan (drop call), pengurangan wilayah blank spot, dan perbaikan wilayah cakupan (coverage),” jelasnya.
Perkembangan positif lainnya diperlihatkan pula pada perluasan wilayah layanan. Di akhir tahun 2007 lalu terdapat 34 kota nasional yang telah dijangkau fasilitas layanan telekomunikasi Bakrie Telecom. Selama semester pertama 2008 ini, terdapat penambahan 13 kota lagi sehingga total kota yang dilayani Bakrie Telecom berjumlah 47 kota nasional.
Ekspansi Bakrie Telecom juga telah meluas ke pulau Kalimantan dengan hadir di Banjarmasin, Banjar Baru dan Martapura (Kalimantan Selatan) serta Balikpapan, dan Samarinda (Kalimantan Timur). ”Selain kota-kota besar, Bakrie Telecom juga merambah kota-kota yang lebih kecil seperti Salatiga, Jember, dan Klaten dengan mempertimbangkan potensi traffic percakapan telepon. Sehingga, dapat berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan”, ungkap Abi lebih lanjut.
Selain pembenahan dan perluasan jaringan, diakui Abi, pertumbuhan pelanggan juga disebabkan keberhasilan Bakrie Telecom memperkenalkan produk-produk baru yang inovatif. Dan kampanye marketing yang mampu mempertajam brand image dalam benak masyarakat. Produk bundling hape Esia dengan harga Rp199 ribu dan Rp299 ribu terbukti mampu menarik minat masyarakat sekaligus memperluas penetrasi telepon di Indonesia. (wie)
|