|
BATAM - Hanya gara-gara dicubit, Wulan (27) nekat melaporkan suaminya
Rohim (32) ke polisi. Kasusnya, kekerasan dalam rumah tangga. Lah kok
bisa?
Cerita bermula pada malam 17 Agustusan lalu. Tanpa sengaja, Wulan melihat suaminya jalan bersama wanita lain. Bukan jalan biasa, tapi bergandengan mesra. Padahal, malam itu Rohim pamit keluar rumah dengan alasan membantu panitia persiapan HUT Kemerdekaan RI ke-63 di perumahan kawasan Nongsa, tempat mereka berdomisili.
”Siapa yang nggak sakit dibegitukan. Saya di rumah, dia enak-enakan sama perempuan lain,” kata Wulan terlihat emosional.
Hampir sepanjang malam Wulan menunggu suaminya. Tapi yang ditunggu, tak kunjung pulang. Keesokan harinya, saat matahari sudah sangat tinggi, Rohim balik ke rumah dengan wajah tak berdosa. Karuan saja Wulan makin gemas. Ia pun bertanya, kemana dan dengan siapa Rohim pergi ”di hari kemerdekaan” itu.
Bukanya menjawab, Rohim malah balik memarahi sang istri. Lelaki yang menikahinya tiga tahun lalu itu juga mendaratkan cubitan di lengan kanan. Tentu saja itu bukan cubitan sayang. Sebab, cubitan tersebut meninggalkan luka kemerahan dan rasa perih di lengan Wulan. ”Sudah kau sakiti hatiku, kau sakiti juga badan ku,” kata Wulan, masih dengan nada emosional.
Ibu muda ini lantas melaporkan perbuatan suaminya itu ke Mapolsekta Nongsa dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga. Kasus KDRT ini masih dalam penanganan polisi. (ros)
|