|
Kencan Tiga Hari, Penjara Bayarannya |
|
Kamis, 14 Agustus 2008 | 21:49:28 |
Batam (BCZ) Cinta memang tidak mengenal usia. Asalkan cinta sudah melekat maka anak ingusanpun akan kita pandang sudah dewasa.
Hal ini terjadi pada Laode (21) yang jatuh hati kepada Srintil (14). Cinta ini kemudian mendapatkan balasan sehingga hubungan mereka berlanjut dengan semakin hangat.
Namun petaka datang ketika Laode mengajak Srintil untuk bertamasya selama tiga hari ke Tanjung Pinang tanpa pamit kepada orang tua Srintil. Ia tidak mau tahu bahwa Srintil masih berada di bawah umur dan tindakannya untuk menginap di hotel dan melakukan hubungan ‘terlarang’ akan mengakibatkan dia merasakan dinginnya jeruji besi sel penjara.
“Kami melakukan hal tersebut karena kami saling menyayangi,” kata Laode
Orang tua Srintil yang merasa kehilangan anaknya telah melaporkan kejadian ini ke polisi. Dan mereka terkejut ketika tiga hari setelah kehilangan tersebut anaknya pulang bersama dengan seorang pria.
Hari pertama Srintil tiba di rumah sikapnya yang periang telah berubah. Ia menjadi pendiam dan menjadi sering mengurung diri di kamarnya. Hal ini mengakibatkan kekhawatiran bagi kedua orang tuanya sehingga mengambil inisiatif untuk memanggil Laode ke rumah mereka.
Sama seperti kedua orang tua Srintil, Laode juga menjadi panik dengan sikap yang ditunjukkan oleh Srintil, karena Srintil mengancam akan bunuh diri dengan cara meminum cairan Kispray. Iapun berinisiatif untuk membawanya ke rumah sakit
Di rumah sakit inilah kebebasan diri Laode hilang, karena ia kemudian diciduk oleh aparat dan dimasukkan ke dalam tahanan. (BN/lae/jhs)
|