|
Warga Genta Hajar Pencopet |
|
Jumat, 8 Agustus 2008 | 22:55:38 |
|
Batam (BCZ) Azis dan Untung, warga Tanjungpiayu, gembong copet
yang sudah 4 kali berhasil menjalankan aksinya di kawasan Batuaji
akhirnya ketangkap saat melakukan aksinya di perumahan Genta Belakang,
Batuaji.
Mereka dipukuli sampai babak belur oleh warga perumahan Genta sebelum diserahkan ke Polisi, Kamis (7/8) sekitar pukul 18.30 WIB.
Menurut Syahrial, ketua Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Kelurahan Buliang, Batuaji, sore itu salah satu warga yang belum diketahui namanya sedang melintas pulang kerja. Tiba-tiba datang sepeda motor merek Thunder berwarna biru BP 3897 DP ke arah korban dan langsung menyambar handphone nya.
"Ketika di copet, wanita itu langsung teriak, tolong.. tolong..," ujar Syahrial menirukan korban pencopetan.
Warga yang mendengar secara spontan mengejar ke dua pelaku dan berhasil menjatuhkan sepeda motor yang dikendarai pelaku.
"Kalau sore-sore gitu kan biasanya ramai warga. Begitu mendengat teriakan copet, langsung dikejar," kata Syahrial yang juga mengatakan sehari sebelumnya ada warga Genta yang di copet handphone nya.
Begitu pelaku terjatuh, massa yang geram langsung menghajar kedua pelaku hingga babak belur. Kemudian diserahkan ke Polsek Batuaji. Salah satu pelaku, Untung masih pingsan masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Batuaji karena mengalami luka di kepala.
Keluarga pelaku saat di RSUD yang ditemui wartawan selalu menghindar dan tidak mau komentar apa-apa. "Jangan di wawancara," ujar salah satu keluarga korban dengan wajah marah.
Kapolsek Batuaji, AKP Marion yang di temui di Polsek Batuaji membenarkan penangkapan tersebut. Marion mengatakan para pelaku mengakui telah sering mencopet di kawasan Batuaji dan sekitarnya.
"Mereka merupakan copet yang sedang kita cari-cari. Mereka mengaku sebagai pelaku empat kasus pencopetan di daerah Batuaji sekitarnya, bahkan di Tanjungpiayu. Ini akan kita kembangkan lagi, kemungkinan mereka juga pelaku pencurian dengan kekerasan di Pulau Setokok yang lalu," terang Marion. (BN)
|