|
Menilik Penjualan Ginjal di Singapura (1) |
|
Selasa, 29 Juli 2008 | 14:23:01 |
|
Ginjal Didapatkan dari Warga Galang, Deliserdang - Sumatera Utara
Deli Serdang (BCZ) Pria berusia 47 tahun ini merupakan kepala dusun
Galang, sebuah desa yang terletak di Deli Serdang, Sumatra Utara.
Lyan, demikian pria berjanggut ini dipanggil orang, merupakan orang yang paling dicari oleh masyarakat jika ingin menjual ginjalnya. Hal tersebut juga dilakukan oleh Sulaiman Damanik, warga Galang, yang pada awal bulan Juli tertangkap di Singapura karena menjual ginjalnya kepada Tang dengan harga Rp150 juta.
Lyan dalam menjalankan operasinya sebagai perantara para penjual ginjal tersebut menyatakan untuk setiap transaksi penjualan ginjal, ia akan menerima honor sebesar Rp20 juta. Sementara bagi penjualnya biasanya bisa menerima uang sebesar Rp250 juta.
“Semua transaksi harus melalui saya karena susah untuk mendapatkan orang yang mau membeli ginjal,” kata Lyan sembari menambahkan ginjal tersebut umumnya dijual kepada orang-orang Singapura.
Aktivitas ini dimulai Lyan dua tahun lalu ketika sekelompok pengusaha dari Medan menawarkan kerjasama untuk mencari penjual ginjal dari desanya. Kelompok pengusaha tersebut diketuai oleh seorang pemilik pabrik konveksi di Medan.
“Ketuanya merupakan orang penting, sangat susah untuk menemui dirinya. Saya tidak tahu bagaimana proses ini dilakukan sebab saya hanya mengenal perantara lainnya yang ada di Medan. Ia yang biasa dikirimkan ke Singapura untuk menemani penjual ginjal tersebut,” kata Lyan.
Warga Galang umumnya berprofesi sebagai petani. Tingkat penghasilan mereka yang tidak menentu serta taraf kehidupan yang umumnya berada di bawah rata-rata membuat banyak warganya tergiur untuk mendapatkan uang dengan cara cepat seperti menjual ginjalnya. (jhs)
Berita terkait:
|