|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
KEPRI COMMUNITY
  • by

    Candra Ibrahim
KOLOM KAMISAN
  • by

    Hasan Aspahani
Local Batam
Google
SIDAK
Pemko tidak bisa berbuat banyak menghadapi penurunan jumlah wisatawan ke Batam
Today's Must-Reads
Mengungkap Penyebab Kebakaran
Senin, 28 Juli 2008 | 16:17:56

Batam (BCZ) Sejak beberapa bulan belakangan ini, beberapa kasus kebakaran besar terjadi di Batam. Mulai dari kebakaran STC Mall Seiharapan, Mall Barata Batamcentre, pertokoan di komplek Aviari  hingga deretan penginapan di Pelita.

Beberapa kali tim forensik kepolisian dari Labfor Medan turun ke Batam untuk menyelidiki sebab-sebab kebakaran tersebut.

Bagaimana cara kerja mereka mengolah TKP, menyelidiki di labolatorium hingga membuat kesimpulan ternyata tidaklah gampang. Untuk membuat kesimpulan menentukan penyebab terjadinya kebakaran ternyata melalui serangkaian proses yang sangat panjang.

AKP Muhammad Ali Akbar, anggota Labforensik Bareskrim Mabes Polri Cabang Medan menyebutkan, penyebab kebakaran itu bermacam-macam.  Penyebab kebakaran paling sering ditemui karena arus pendek (korsleting). Ini terjadi karena instalasi listrik di tempat kebakaran sudah lama dan telah rusak. Bisa juga lantaran pengaturan listrik yang tidak teratur.

''Tetapi ada juga penyebab-penyebab lainnya. Makanya selain listrik, abu arang, serta barang bukti lain juga dilakukan pengecekan di laboratorium untuk menentukan penyebabnya,'' ujar Ali Akbar.

Tidak mudah menentukan penyebab kebarakan. Proses harus dimulai dengan menggali keterangan dari sejumlah saksi-saksi yang mengetahui penyebab kebakaran tersebut di TKP. Berdasakan keterangan sejumlah saksi tersebut, petugas menglokalisir tempat yang dicurigai asal api. Selanjutnya petugas memasang garis police line di lokasi tersebut agar steril.

''Dari dalam garis polis line, kita mulai bekerja,'' tukas Ali.

Ia memisalkan penyebab kebakaran terjadi pada sebuah rumah dan rumah itu berlantai 2, maka rumah tersebut akan dilakukan olah TKP. ''Apakah sumber api berasal dari lantai satu atau dua,'' ujar dia.

Kemudian dari rumah tersebut akan terus diperkecil ruang ringkupnya. Misalnya masuk ke dalam satu kamar atau ke suatu ruangan. Misalnya dari sebuah rumah, maka diperkecil menjadi kamar-kamar. Mungkin dari kamar-kamar itu ditemukan adanya sisa-sisa lilin terbakar atau kompor terbakar atau barang bukti lainnya. Berbagai barang bukti itu dibawa ke laboratorium untuk diselidiki.

''Selain abu arang, kompor bila ada, instalasi listrik, atau bukti lainnya seperti lilin. Jam tangan atau dinding juga ikut dibawa untuk menentukan jam berapa api mulai membesar,'' tambah Ali.

Setelah dirasakan barang bukti yang didapatkan dari TKP cukup, maka pihaknya langsung membawa beberapa barang bukti tersebut ke laboratorium Forensik Bareskrim Mabes Polri yang berada di Medan. ''Di lab nantinya akan diperiksa kembali,'' ujar dia.

Setelah menjalani pemeriksaan selama dua pekan, maka Labforensik Bareskrim Mabes Polri akan mengeluarkan dan mengirimkan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) yang salah satu isinya mengenai penyebab terjadinya kebakaran.

''Dua minggu kemudian, BAP penyebab kebakaran akan dikirim ke polisi setempat,'' pungkas Ali.

Kompol Gunadi, komandan PBK Batam mengatakan, penyebab kebakaran itu ada dua macam. Ia mengatakan, pertama adalah karena instalasi listrik atau dikenal dengan arus pendek, sementara kedua karena kelalaian pemilik rumah atau tempat.

Dijelaskannya, penyebab kebakaran karena instalasi listrik itu karena aliran listrik atau kabel-kabel yang terpasang tak teratur. Jadi karena tak teratur tersebut membuat aliran terganggu, dan dapat menimbulkan terjadinya percikan api yang kemudian terjadi kebakaran.

''Iya kalau sudah lebih beban, maka rawan sekali. Misalkan satu kabel digunakan untuk bermacam-macam aliran,'' terang dia.

Sementara penyebab kebakaran lainnya adalah karena faktor kelalaian. Pemilik rumah atau yang menghuni tempat itu lalai. Misalkan, meletakkan lilin sembarangan atau lupa mematikan kompor dan membiarkan saja tetap menyala apinya ketika meninggalkan rumah.

''Penyebab pasti kebakaran itu harus dilakukan oleh tim Lab Forensik. Tak bisa diduga begitu saja,'' kata dia.

Kendati itu, dia menyarankan, supaya masyarakat lebih memasang instalasi listrik dengan teratur, bukan malah semrawut. Sebaiknya masyarakat lebih waspada. Bila mengetahui adanya percikan api yang terjadi, maka segera berusaha untuk memadamkan api tersebut. Kalau memang tak bisa diselamatkan lagi, maka sebaiknya menyelamatkan diri.

''Sebaiknya setiap rumah memiliki satu tabung PBK, harganya tak mahal bila dibandingkan dengan bahaya kebakaran yang terjadi,'' ujar Gunadi.

Hal yang sama juga dikatakan Manager Divisi Distribusi dan Penyambungan PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam Amris Adnan. Katanya, kebakaran memang dapat terjadi akibat gangguan arus pendek. Akan tetapi itu baru terjadi apabila, jaringan instalasi dibangun tidak sesuai standar.

Menurutnya, banyaknya terjadi kebakaran karena banyak sambungan kabel-kabel listrik tidak sesuai standar. Seharusnya baut dipasang kuat, tetap longgar. Harusnya kabel diberi selotip, dibiarkan begitu saja tanpa pelindung. Hal ini salah satunya yang menyebabkan konslet dan terjadi kebakaran.

"Harusnya mereka yang melakukan penyambungan atau memperbaiki jaringan instalasi itu adalah mereka yang profesional atau telah memiliki sertifikat," kata Amris Adnan.

Hal lain yang rentan dan bisa menyebabkan arus  pendek saat jaringan kabel tidak dimasukkan ke dalam pipa. Saat dimakan tikus, kabel pasa bertemu dengan kabel netral sehingga menyebabkan konslet dan terjadilah kebakaran. Jika kabel pasa bertemu dengan kabel netral disambungkan pada bola lampu, bola lampu akan menyala.

"Pada kabel yang terbuka dapat menimbulkan percikan api," tegasnya lagi.

Akibat kebakaran yang dugaan sementaranya karena arus pendek, Amris mengatakan bahwa dalam hal ini PLN Batam tidak dirugikan. Pasalnya, gangguan itu terjadi pada jaringan instalasi milik pelanggan. Sehingga sampai saat ini PLN Batam tidak memberikan pembelaan. Menurutnya, sangat sulit untuk memastikan penyebab terjadinya kebakaran itu akibat adanya hubungan arus pendek, namun selama ini selalu digunakan sebagai dugaan sementara.

"Jika pemasangan jaringan instalasi sesuai dengan standar, tidak akan terjadi konslet. Setelah PLN membangun jaringan instalasi dengan aman, tapi pengelola mengembangkannya sendiri tanpa sesuai standar. Akhirnya menyebabkan terjadinya kebakaran," paparnya lagi.

Dalam mengatasi kebakaran di Batam, personil PBK saat ini berjumlah 136 orang. Mereka tersebar di 8 titik di Batam. Di antaranya, Sekupang, Sagulung, Batuampar, Nongsa dan lainnya.

''Kalau melihat kebakaran sebaiknya hubungi kami saja langsung ke 113 atau juga ke telp 371561 yang di Duriangkang, atau juga ke 322233 pos PBK di Sekupang. Tim kami segera meluncur,'' pungkas Gunadi.(mdy/deo/BN)




 
NUSANTARA [ more ]

MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
Real Estate
  • Batam (BCZ)  Sebuah bola dunia atau globe bergaris tengah 11 meter yang diyakini terbesar di dunia, menjadi salah satu unggulan destinasi wisata baru di Kota Batam, Mega Wisata Ocarina.
    Batam (BCZ) Selain memiliki beberapa wahana wisata yang serba modern, kawasan Mega Wisata Ocarina ternyata juga menyimpan beragam keunikan. Salah satunya adalah kolam ‘Seribu Bangau’ yang berada di tengah-tengah Kampung Seni Ocarina.


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us