|
Padang (BCZ) Pada pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan
Tinggi Negeri (SNM-PTN) hari ke dua, kemarin, terungkap adanya 'perjokian' pada pelaksanaan SNM-PTN jurusan IPS di SMA Kartika Simpang
Haru Padang.
Kepada pengawas yang 'menangkapnya', si joki mengaku menggantikan adiknya yang sakit. Joki ini disuruh pulang sebelum sempat mengerjakan satu soal pun. Hingga tadi malam, pengawas maupun panitia tak mau membuka identitas peserta maupun joki yang menggantikannya.
Praktik 'perjokian' tersebut terungkap saat pengawas bernama Dina melihat wajah dan penampilan salah seorang peserta yang akan ujian berbeda dengan foto yang ada di daftar absen. Lagipula ketika ujian Kemampuan Dasar hari sebelumnya, bukan yang bersangkutan yang ujian.
Melihat kejanggalan itu, Dina langsung melapor ke Ketua Sektor XI Herwandi yang berada di SMP 30 Padang, tidak jauh dari SMA Kartika Padang.
”Karena tidak mungkin saya memutuskan sendiri makanya saya antar ke kantor sektor,” kata Dina.
Diantar salah seorang petugas keamanan dari Kesatuan Pramuka Unand, Mayka Rahman, peserta yang menggantikan tersebut dibawa ke kantor sektor. Di sini Herwandi berinisiatif menyuruh pulang joki tersebut. Sebelumnya Herwandi sempat meminta keterangan dari si Joki. Kepada Herwandi pemuda ini mengaku adalah kakak dari peserta yang sebenarnya.
"Ketika saya tanyai ia tampak gugup dan menangis. Makanya saya sarankan ia untuk tidak memaksakan diri menjalankan niatnya menggantikan adiknya,” jelas Herwandi.
Herwandi juga menanyakan, kenapa ia menggantikan adiknya. Si 'peserta gelap' mengaku bahwa adiknya sakit. Karena tak ingin kehilangan kesempatan, adiknya tersebut memintanya untuk menggantikannya dalam ujian Kemampuan IPS.
”Melihat dia tidak bersikeras untuk melanjutkan niatnya untuk berbuat curang dengan menggantikan adiknya ujian, saya anjurkan ia untuk pulang. Ia menerima anjuran tersebut dan mengaku siap untuk dinyatakan gugur,” ujar Herwandi.
Ketua Panlok 14 SNMPTN Padang, Novesar Jamarun, yang dihubungi terpisah mengaku telah mendapatkan laporan tersebut. Menurutnya, peserta yang digantikan tersebut dinyatakan gagal dalam SNM-PTN kali ini. Penindakan langsung tersebut menurutnya sudah benar.(jpnn)
|