|
Balasubramaniam Cabut Pernyataan |
|
Jumat, 4 Juli 2008 | 14:02:52 |
|
Terkait Keterlibatan Wakil Perdana Menteri Malaysia dalam Pembunuhan Altantuya
Kuala Lumpur (BCZ) Penyiasat swasta P. Balasubramaniam yang dibayar
oleh Abdul Razak Baginda menarik balik pernyataan yang diberikan kepada
polisi Malaysia terkait terlibatnya Wakil Perdana Menteri Malaysia
Datuk Seri Najib Razak dalam pembunuhan wanita Mongolia, Altantuya
Shaariibuu.
Balasubramaniam menyatakan pernyataan yang ia buat kemarin (3/7) dibuatnya dalam keadaan tertekan dan akibat kekecewaannya kepada pemerintah Malaysia. Pernyataan yang ia tarik adalah bahwa Najib yang menjalin hubungan intim dengan Altantuya dan pernyataan bahwa Najib mengenalkan Altantuya kepada pengamat politik Abdul Razak Abdullah Baginda.
Dalam pernyataan yang ia berikan kemarin, Balasubramaniam mengejutkan masyarakat Malaysia dengan mengatakan bahwa ia telah diperkenalkan kepada Altantuya oleh Datuk Seri Najib Tun Razak pada sebuah pameran berlian di Singapura. Saat itu Najib mengatakan bahwa Najib dan Altantuya telah menjalin hubungan seksual dan Altantuya ‘sangat ahli dalam sex anal’.
Razak mengatakan bahwa ia disuruh Najib untuk ‘mengawasi’ Altantuya karena ia tidak ingin Altantuya mengganggunya lagi karena ia telah menjadi Deputi Perdana Menteri Malaysia. Selain itu Razak juga menyatakan bahwa Altantuya telah meminta uang sejumlah US$500 ribu (Rp4,6 milyar) karena telah sukses menggolkan proyek pembelian kapal selam dari pemerintah Perancis.
Penandatanganan pernyataan oleh Balasubramaniam dilakukannya di penjara, 7 hari sejak ia ditaham di penjara Malayaia.
“Sebagai seorang yang berada di dalam penjara dan belum pernah menjalani masa tahanan di penjara sebelumnya, anda tentu akan menandangani surat pernyaan apapun yang diberikan oleh aparat kepolisian,” tambahnya.
Balasubramaniam merupakan memasuki pendidikan kepolisian pada tahun 1981 mengundurkan diri dari kepolisian pada tahun 1998 dan kemudian bekerja sebagai penyiasat swasta hingga sekarang.(jhs)
|