|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
MUDIK
Puluhan buruh dapur arang berdemo di halaman Pemko Batam menuntut disahkan perda tentang penebangan hutan bakau untuk dijadikan arang oleh warga, Kamis (9/10). Pendemo sempat berdialog dengan aparat untuk bisa masuk ke Pemko.
Today's Must-Reads
Polisi Kejar Buron asal Singapura
Jumat, 4 Juli 2008 | 09:34:09
Jakarta (BCZ) Terbongkarnya jaringan teroris Palembang oleh Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Mabes Polri menyingkap fakta baru.

Polisi mendapat keterangan dari para tersangka jika buronan nomor satu pemerintah Singapura, Mas Selamat bin Kastari, telah menyusup masuk ke Indonesia. Kini polisi terus bergerak mengecek dan memburu Kastari yang diperkirakan telah menyeberang ke Pulau Jawa.

”Benar begitu. Dia (Kastari) ada di sini,” kata seorang sumber di lingkungan Mabes Polri kemarin. Namun sumber tersebut tak merinci darimana lelaki yang pernah memalsukan namanya menjadi Edy Hariyanto untuk mendapat KTP Sidoarjo, Jatim itu berhasil menyusup ke Indonesia.

”Yang jelas kita cari dia di segala penjuru. Dia kan sudah punya pengalaman di negeri ini,” tambahnya.

Kastari yang lahir di Kendal, Jawa Tengah, 47 tahun silam itu pernah ditahan di Riau dan Medaeng, Surabaya, akibat memalsukan identitas. Wajah dan aksen bicaranya yang hampir tak bisa dibedakan dengan orang Indonesia kebanyakan membuatnya mudah beradaptasi di Indonesia. Usai menjalani masa pidana di Indonesia, Kastari diekstradisi ke Singapura pada 3 Februari 2006.

Di sana dia ditahan karena keterlibatannya dengan Jamaah Islamiah (JI) di bawah Internal Security Act tanpa proses pengadilan. Namun pada 27 Februari 2008, Kastari yang berjalan pincang karena pernah melompat dari lantai II gedung Polda Riau itu berhasil melarikan diri dari penjara kelas satu Whitley Road Detention Center. Sejak itu perburuan Kastari dimulai.

Soal Kastari juga disinggung oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira dalam jumpa pers di Mabes Polri, kemarin (3/6). Namun jenderal bintang dua itu tak menyebut soal penyusupan Kastari ke Indonesia, namun soal keterlibatan Kastari dengan Hasan —sebelumnya ditulis H— warga Singapura yang dibekuk di Sumatera Selatan (Sumsel).

Hasan adalah rantai yang membuka jaringan Palembang di mana polisi telah berhasil membekuk total 10 tersangka. Lelaki 35 tahun itu dibekuk oleh Densus 88/Antiteror Mabes Polri pada Sabtu 28 Juni di Sekayu, Banyuasin, Sumsel. Polisi mencium keberadaan guru bahasa Inggris itu setelah pemerintah Singapura mengeluarkan red notice (daftar pencarian orang) atas diri Hasan yang dituduh terlibat JI. ”Dia juga terkait dengan Kastari yang lari,” tambah Abubakar.

Selama di Indonesia, Hasan mengajarkan kemampuannya merakit bom kepada orang-orang di Palembang yang berasal dari segala penjuru di Indonesia termasuk Solo, Jateng. Salah satu yang mendapat pelatihan untuk merakit bom adalah AT alias M (35), amir Forum Anti Pemurtadan (Fakta) Palembang. Bersama AT, Hasan menjadi pimpinan kelompok teror dan sempat berencana mengebom Kafe Dedudel, Kampung Cina, Bukit Tinggi.

AT juga dituduh polisi terlibat percobaan pembunuhan dan penganiayaan Pendeta Joshua di Bandung pada 2005. Dalam catatan koran ini yang dimaksud dengan Pendeta Joshua adalah Joshua A, pendeta gereja ortodoks. Modusnya dia pura-pura dijemput untuk diundang karena ada jemaat yang perlu dikunjungi. Sampai di tengah jalan dia dijerat lehernya tapi berontak dan lari. Kejadiannya di Lembang, Bandung. Pelakunya, di antaranya, Sultan Qolbi alias Asa Dullah alias Arsyad yang telah dipidana di Maluku.

”Dari tangan AT kita sita satu pucuk senpi jenis SNW dan enam butir peluru,” lanjut Abubakar. Tersangka yang lain adalah SG alias S alias R (22), mahasiswa, dan AM alias Z (26), buruh penyadap karet. Keduanya tercatat sebagai anggota Fakta dan mendapat pelatihan perakitan bom oleh Hasan.

Setelah dirakit, bom-bom maut itu disimpan oleh W alias Y alias R (35), swasta, atas perintah AT. W yang juga anggota Fakta itu juga terlibat dalam kasus pendeta Joshua.

Fakta makin terseret jauh saat AG alias AT alias T (36), yang sehari-hari berdinas sebagai PNS Balai Pemasyarakatan Palembang terlibat dalam kasus pendeta Joshua, penyembunyian bom, dan rencana peledakan di Bukit Tinggi. AG dibantu rekannya di Fakta yang lain, yakni Hp alias AH alias H (25), swasta.

Sedangkan AS alias AS alias UG (42), pengasuh sebuah Ponpes di Ogan Komering Ilir yang pernah mengeyam ilmu militer di Afghanistan angakatan 87 juga ikut ditangkap polisi karena menyembunyikan Hasan. Tak hanya sendiri, guru ponpes tersebebut, SA alias AB (28), juga terseret dalam kasus ini. Tersangka yang terakhir adalah AMT (30), seorang guru yang juga anggota Fakta.

Sembilan, dari sepuluh tersangka, kemarin pagi ditransfer ke Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Mereka tiba di Rutan sekira pukul 11.05 WIB dengan iring-iringan tujuh kendaraan seperti Ford 4WD, dua bus warna coklat, Taft, dan mobil boks. Para teroris itu diberi penutup kepala warna hitam dan matanya dipasang kacamata gurun lensa gelap.

Tak cukup, kedua tangannya pun diborgol. Para teroris itu tampak mengenakan pakaian seadanya seperti kaos dan celana panjang. Sedangkan anggota polisi yang mengawal mengenakan pakaian santai. Beberapa di antaranya menggunakan baju antipeluru lengkap dengan senjata laras panjang jenis M 16-A4 dan Steyr Aug A3, serta pistol terpasang di paha. Kepalanya terbalut penutup wajah warna hitam. Usai dikeluarkan dari bis, para tahanan itu digiring di sel di bagian belakang gedung utama Mako Brimob.

Polisi akan meneruskan interogasi di sana. Ini karena bahan peledak yang ditemukan di sejumlah lokasi kejadian perkara tergolong berdaya ledak tinggi. Misalnya empat buah rangkaian elektrik bom pipa. Bukti yang lain adalah 1 buah tupperware untuk casing rakitan bom, 50 butir peluru kaliber 38, 18 unit CPU. Yang lainnya adalah 16 buah bom pipa elektronik, dimana 10 siap digunakan dan 6 tanpa isian. 2 buah kaleng black powder masing-masing 4,3 kg dan 4,8 kg.

Juga ada 6 kotak Tupperware di mana masing-masing berisi 8 detonator buatan siap pakai dan rangkaian elektronik untuk bom. Namun rangkaian bom itu tidak di-setting untuk pengebom bunuh diri karena dilengkapi timer. Ada yang di-delay 4 menit, 2,5 menit, dan 3,5 menit.

Lalu bahan penyusun bom yang ditemukan adalah, masing-masing satu bungkus plastik, yakni aluminium powder, potasium nitrat, potasium klorat, campuran karbon dan nitrat, serta urea. Yang lainnya adalah buku catatan kecil berisi rangkaian elektronik dan berbagai gulungan kabel.

”Mereka juga terkait jaringan Noordin M Top di Jawa Tengah, Semarang dan Wonosobo,” imbuhnya.(naz/aro/jpnn)

 


 
NUSANTARA [ indeks ]

OLAHRAGA [ indeks ]

MM Research Polls
Apakah Anda Mempunyai Paspor
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • Ottawa (BCZ) Dua orang anggota militer Kanada tewas ketika pesawat jet militer yang mereka naiki jatuh di sebelah barat propinsi Saskatchewan, Kanada.
    Manila (BCZ) Bajak laut Somalia akhirnya membebaskan 15 orang pelaut asal Filipina yang mereka jadikan sandera dalam beberapa minggu terakhir ini.
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us