PARA PK-5 menempati sisi kanan-kiri Jodoh Boulevard. Hal ini membuat taman senilai Rp3,2 miliar itu terlihat tak rapi. |
 |
Today's Must-Reads
Editorials
Krisis keuangan yang dipicu gonjang-ganjing kredit perumahan di AS
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam sudah menerima tanggapan masyarakat terhadap DCS | |
|
Pompa Meledak, SPBU Terbakar |
|
Jumat, 4 Juli 2008 | 08:55:06 |
Surabaya (BCZ) Ledakan keras tiba-tiba terjadi di SPBU Jl Sulawesi kemarin
(3/7) pukul 07.30. Sebuah mesin pompa bahan bakar di barisan nomor tiga
terbakar dan langsung menyambar satu mesin di sebelahnya.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Dugaan sementara, ledakan terjadi akibat hubungan arus pendek.
"Sebelum terdengar ledakan, ada karyawan yang melihat percikan api. Untung kebakaran itu tidak merembet ke bungker," kata seorang polisi yang memantau kejadian tersebut kemarin.
Ledakan itu sangat keras, suaranya terdengar hingga radius sekitar 500 meter. "Ledakan berasal dari mesin pompa yang biasa digunakan untuk mengisi solar. Dalam sekejap, api langsung membubung tinggi," ujar salah seorang karyawan SPBU tersebut.
Beberapa saat setelah ledakan terjadi, hampir seluruh karyawan SPBU itu berusaha memadamkan api. Mereka menggunakan tabung pemadam yang memang tersedia di tempat itu. Sayang, api sudah terlalu besar dan membubung tinggi hingga sekitar 10 meter. Atap SPBU juga hangus. "Informasi yang kami terima, kebakaran itu terjadi sekitar 45 menit," kata Kapolsek Gubeng AKP Hartoyo.
Begitu api mulai tak terkendali, karyawan berusaha menutup keran yang menghubungkan mesin ke bungker penyimpanan bahan bakar. Setelah itu, mereka menghubungi petugas PMK.
Empat mobil PMK yang datang akhirnya bisa memadamkan api dengan cepat. Fokus pemadam tidak hanya pada mesin yang terbakar, tapi juga bungker penyimpanan BBM. Petugas berkali-kali menyemprotkan foam ke dalam bungker untuk menurunkan suhu. Mereka khawatir, jika suhu bungker BBM semakin tinggi, bisa terjadi ledakan dan kebakaran yang jauh lebih besar.
Setelah kebakaran, polisi memeriksa enam karyawan SPBU tersebut. Mereka adalah Supiin, Hudaifah Ahmad, Sukamto, Suyanto, M. Imron, dan Nur Fadilah. Keenam orang itulah yang bertugas saat api mengamuk. ''Untuk mengetahui penyebab kebakaran, mereka diperiksa sebagai saksi," kata Hartoyo.
Hasil penyelidikan sementara, api diduga muncul karena hubungan arus pendek pada generator di mesin pompa. Setelah itu, timbul percikan api dan menyambar bahan bakar yang berada dalam mesin tersebut. "Tapi, kami butuh pendalaman. Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan tim Labfor Polda Jatim yang sudah melakukan penyelidikan," tandasnya. (fid/fat)
|
|  |
|
Internasional
-
Batam (BCZ) Dewan Negara China mengeluarkan sejumlah ketentuan
pengawasan kualitas produk susu sebagai upaya untuk mencegah terulang
kembali skandal susu terkontaminasi.
Trento (BCZ) Cinta memang buta. Atas nama cinta, banyak orang bertindak di
luar kewajaran. Itu pula yang dilakukan pria Italia yang tak disebutkan
identitasnya ini.
|
Real Estate
-
Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera
Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi
konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai
Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR),
konsumen cukup... BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang
dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur
Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk
konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja
sedang menjual... |
|
|