|
Santri dan Kiai Tolak Siaran TV Cirebon |
|
Kamis, 3 Juli 2008 | 17:11:12 |
|
Cirebon (BCZ) Kehadiran TV lokal di Kota Cirebon ternyata dinilai tidak membawa manfaat.
Karena itu, lebih dari 2.000 warga Cirebon menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Walikota di Jalan Siliwangi, siang tadi (3/7).
Massa yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Umat Islam (FSUI) Kota Cirebon tersebut menuntut ditutupnya stasiun tv lokal dengan bendera PT Cirebon Televisi Indonesia di kawasan Harjasunya, Kecamatan Harjamukti.
Tepat di depan Kantor Walikota Cirebon, massa menyerukan ditutupnya siaran TV Cirebon karena diangga akan membawa dampak buruk bagi warga setempat yang mayoritas adalah santri pondok pesantren.
Koordinator aksi, KH Muslim Bin Sayuti mengatakan, pihaknya khawatir bahwa tv lokal itu membawa misi tertentu yang dapat menyesatkan umat.
"Kami mendesak Pemerintah Kota Cirebon untuk menghentikan rencana pembangunan TV Lokal tersebut," kecam pimpinan ponpes ini.
Massa lalu mengancam untuk membongkar bangunan stasiun televisi itu jika Walikota Cirebon tidak mengambil kebijakan tegas. "Kami akan bongkar gedung PT Cirebon Televisi Indonesia di Argasunya," ancamnya
Setelah berorasi sejumlah perwakilan pengunjuk rasa langsung diperkenankan bertemu Walikota Cirebon, Subardi.
Saat pertemuan, massa bersikukuh untuk menolak pembangunan stasiun tv lokal tersebut. Jawaban Walikota, pihaknya akan meminta pertimbangan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar.
"Kami pun akan meninjau izin pembangunannya," janji Subardi. [iga]
|