Pacaran dengan Kakak Angkat
Sekayu (BCZ) Sri Dewi (16), ditemukan tewas tergantung di dalam
kamarnya, yang rumahnya terletak di Dusun I, Desa Simpang Sari,
Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Muba.
Jasad ABG yang diduga sengaja gantung diri itu, pertama kali ditemukan adiknya, Eka (10), sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (1/7). Motifnya, diduga seputar hubungan asmara dengan pacarnya yang kandas, Lon Heri alias Palon (30).
Saat ditemukan Eka, leher almh Dewi terlilit kain panjang corak batik warna cokelat yang diikatkan pada kayu langit-langit rumah. Gadis berkulit kuning langsat itu, mengenakan baju kaus warna orange dan celana kulot warna putih. Sedangkan kakinya, terjuntai sekitar 1 meter dari lantai rumah panggungnya. Lidahnya menjulur keluar, dengan posisi tubuh menghadap ke arah dapur.
Melihat saudaranya tergantung, Eka langsung berteriak sejadi-jadinya sehingga menarik perhatian tetangganya dan melaporkannya ke petugas Polsek Babat Toman. Petugas Polsek Babat Toman yang dipimpin Kapolsek AKP Arkamil langsung menuju TKP dan melakukan identifikasi.
Sekretaris Desa (Sekdes) Simpang Sari, Taufik Rahman (54), mengatakan saat kejadian kedua orang tua korban sedang menyadap karet di kebun. Sementara dua adiknya lagi, sedang main di luar rumah.
”Hanya ada saksi Eka, adik korban berada di rumah saat kejadian. Itu pun, jarak antara saksi Eka dengan kejadian hanya dalam hitungan menit,” kata Taufik Rahman, saat ditemui di rumah duka, kemarin.
Motifnya? Dari beberapa tetangga korban menduga soal asmara di balik latar belakang korban nekat mengakhiri hidupnya. Korban diketahui berpacaran dengan Lon Heri alias Palon (30), dan sempat pergi menonton organ tunggal (OT) pada Senin (30/6), di Dusun II, Desa Simpang Sari.
”Hubungan antara korban (Dewi, red) dengan saksi (Lon Heri, red) memang akrab. Korban tidak akan keluar rumah jika tidak dijemput Lon Heri,” tegas Taufik Rahman.
Lon Heri merupakan anak angkat dari orang tua korban. Keluarga korban sendiri, baru tiga bulan menetap di Desa Simpang Sari. Sebab Lon Heri dipanggil juga dengan sebutan Palon oleh orang tua korban, karena kakak kandung korban bernama Palon Star (25), yang juga nama panggilannya Palon. Lantaran sering bertemu, rupanya timbul asmara di antara korban Dewi dengan Lon Heri alias Palon.
Di bagian lain, diduga saat pergi menonton OT malam itu, keduanya sempat ribut mulut. Informasinya hubungan asmara mereka putus, dan korban menuntut tanggung jawab.
Disinggung soal apakah korban sedang mengandung, Kapolsek Babat Toman AKP Arkamil, membantah dugaan korban dikabarkan hamil.
”Korban (Dewi, red) tidak hamil, sebab waktu jenazahnya diperiksa dokter, korban sedang menstruasi. Sementara BB yang kita amankan dari TKP gantung diri itu, kain panjang yang melilit di lehernya, dan kursi yang dijadikannya tolakan gantung diri,” beber Arkamil, yang juga mantan kanit Patroli Polsek IB I Palembang. (jpnn/33)
|