|
BATAM - Untuk mempercepat dan meningkatkan penyaluran kredit pemilikan
rumah (KPR) baik itu rumah biasa ataupun rumah susun, terutama untuk
mendukung program pembangunan sejuta rumah dan seribu menara dari
pemerintah, 26 Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang tergabung dalam
Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Real Estate Indonesia (REI)
dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia
(Apersi) melakukan nota kesepahaman (MoU) mengenai pengadaan dan
pembelian rumah dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah
(KPR).
Kerjasama ini sekaligus menegaskan komitmen REI, Apersi, dan BPD untuk membantu Kementerian Negara Perumahan Rakyat dalam upaya menata pemukiman dan pengadaan hunian yang laik bagi masyarakat Indonesia.
Demikian yang disampaikan oleh Ketua Asbanda, Winny E Hassan dalam jumpa pers usai membuka workshop Percepatan dan Peningkatan KPR BPD Seluruh Indonesia. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Negera Perumahan Rakyat Yusuf Asyari, Rabu (2/7), di Hotel Planet Holiday, Batam.
Wenny mengatakan, walaupun perekonomian di Indonesia saat ini sedang mengalami masa sulit, tetapi Asbanda percaya bahwa pembiayaan sektor properti konsumer masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar untuk beberapa tahun mendatang.
Dengan berkolabolarasi dengan REI, Apersi yang mewadahi ribuan pengembang, Asbada yakin akan memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak secara bersama-sama mengembangkan sektor ini. ”Harapan kami selain meningkatkan kapasitas produksi dan pemenuhan suplai kebutuhan perumahan dan pemukiman laik, juga dapat meningkatkan kemampuan pembiayaan dan pemasaran sektor properti. Sehingga program sejuta rumah dari pemerintah bisa terialisasi,” ujar Direktur BPD DKI Jakarta tersebut.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan MoU kerjasama Bank DKI dengan Menpera dan Jamsostek sebagai lembaga instansi penyedia subsidi KPR Rusun dan fasilitas uang muka bagi pengguna KPR. Bank DKI juga melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Bank DKI dengan PT Sarana Multigriya sebagai lembaga/instansi penyedia likuiditas KPR bagi perbankan.
Sedangkan menurut Direktur Utama Bank Riau Erzon selaku tuan rumah acara tersebut menambahkan, BPD tentunya ingin berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah sebagaimana komitmen yang selalu disuarakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan perumahan yang layak.
”Melihat pesatnya pertumbuhan kawasan hunian ekonomi di Batam, setidaknya menjadi peluang bagi Bank Riau untuk menyalurkan kredit,” ujar Erzon.(rob)
|