|
BATAM - PT Mandala Airlines telah melengkapi seluruh syarat guna
untuk mendapatkan sertifikasi IOSA dari IATA. Ini menjadikan Mandala
sebagai the benchmark airlines in safety.
Mandala memulai upayanya untuk meraih sertifikasi IOSA pada pertengahan Juli 2007. Dan telah menjalani berbagai audit untuk semua hal tentang penerbangan, demi memastikan semua proses dan prosedur di Mandala didasarkan pada standar internasional seperti yang disyaratkan IATA.
CEO Mandala, Warwick Brady, dalam siaran pers yang diterima Batam Pos, kemarin, mengatakan Mandala telah mengirimkan semua dokumentasi yang diperlukan guna mendapatkan sertifikasi
IOSA. Sekarang tinggal menunggu IATA memproses dokumen-dokumen yang telah dikirimkan tersebut dan melakukan berbagai pengecekan untuk mendapatkan persetujuan dari PROS auditor terkait dengan masalah sertifikasi IOSA. “Kapan tanggal pasti sertifikasi itu bergantung pada seberapa cepat proses yang berlangsung di IATA,” ujar Warwick.
Warwick menambahkan sebagai bagian dari restrukturisasi maskapai menjadi Mandala Baru, para pemegang saham memberi amanah agar Mandala menjadi standar keselamatan penerbangan dan menjadi maskapai terkemuka di dunia. Itu berarti investasi akan difokuskan pada masalah manajemen sistem keselamatan (safety management system).
Hal ini merupakan bagian dari keseluruhan transformasi yang kini telah mengubah Mandala menjadi salah satu maskapai Indonesia dengan tingkat ketepatan waktu terbaik serta pelayanan pelanggan yang baik. “Kami tidak hanya menawarkan tarif penerbangan yang bisa dijangkau, tetapi juga memberikan layanan penerbangan dengan pesawat modern yang terawat dengan baik untuk malayani para pelanggan kami,” jelasnya.
Pada bulan Agustus 2007, Mandala telah membeli piranti mutakhir safety net yang kini digunakan untuk menelusuri setiap kejadian dan memberikan input balik dan tindakan korektif apa yang perlu dilakukan. Bersamaan dengan investasi pada sistem Airfase yang terdapat pada Airbus baru yang menyediakan sistem monitoring bagi maskapai atas seluruh pesawat Airbus, keduanya menjadi tulang punggung dalam sistem manajemen keselamatan. “Mandala adalah satu-satunya maskapai di Indonesia yang menginvestasikan dananya untuk kedua sistem tersebut,” tegas Warwick.
Audit IOSA menempatkan budaya keamanan sebagai hal penting dalam maskapai penerbangan dan merupakan hal yang baik jika setiap maskapai mengadopsi budaya ini. Audit IOSA telah mengarahkan seluruh tim untuk menciptakan sistem yang terintegrasi dalam meminimalisasi risiko dan memberikan maskapai suatu sistem peringatan dini demi terciptanya budaya aman.
Mandala juga menjalani audit yang dilakukan Airbus, Boeing, Kenyons dansejumlah perusahaan pertambangan dan minyak. Mandala bisa jadi merupakan maskapai di Asia yang paling banyak diaudit oleh pihak eksternal. “Bagi kami, keterbukaan di bidang keamanan dan kelayakan terbang merupakan hal positif demi mendapatkan masukan balik (feedback) yang baik pula, agar kami bisa terus berkembang, memperbaiki diri dan menempatkan Mandala di jajaran maskapai terbaik,” ungkap Warwick.
Mandala terus berinvestasi untuk training dan sistem keselamatan penerbangan. Di samping itu, Mandala juga akan menambah jumlah pesawat dan rute penerbangannya, sejalan dengan pertumbuhan yang dicapai untuk menjadi salah satu maskapai pilihan di Indonesia. Tentunya maskapai kelas dunia yang beroperasi di Indonesia. (wie)
|