|
TANJUNGPINANG - Sederetan nama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten
Kepulauan Anambas (KKA) diusulkan masyarakat Anambas saat digelar
pertemuan silaturahmi antara BP2KKA dengan masyarakat Anambas di Asrama
Haji Tanjungpinang kemarin.
Di antaranya Ketua Umum (Ketum) Badan Penyelaras Pembentukkan Kabupaten Kepulauan Anambas (BP2KKA) Prof Dr Muhammad Zein, Staf Ahli Gubernur Ibnu Maja, Asisten Tatapraja Pemprov Kepri Tengku Mukhtaruddin, Asisten Administrasi Pemprov Kepri, Arifin, serta Sekdako Tanjungpinang, Raja Izharuddin.
Hasil usulan masyarakat ini sebagai bahan masukan untuk Gubernur Kepri selaku pihak yang mengusulkan nama-nama Plt Bupati Anambas ke Mendagri.
Sekretaris BP2KKA, Wan Sarros mengatakan, dalam pertemuan itu, masyarakat Anambas menginginkan Plt Bupati merupakan orang kelahiran Anambas. Namun tak menutup juga di luar ketentuan itu, dengan syarat Plt tersebut mampu mengantarkan pemerintahan transisi dengan baik sampai terpilihnya Bupati defenitif.
”Nama-nama tadi akan kami (BP2KKA) bahas lagi, sebelum diserahkan ke Gubernur selaku pihak yang paling berwenang menentukan,” kata Wan Sarros.
Sarros sapaan lelaki ini menegaskan, semua usulan ini hanya sekadar bahan masukan bagi Gubkepri, Ismeth Abdullah. Dan keputusan final tentu semuanya tergantung dari Gubernur sendiri selaku pemegang wewenang penentuan Plt Bupati Anambas.
Dalam pertemuan tersebut, hadir pengurus BP2KKA, seperti Ketum-nya Prof Dr M Zein, Ketua B2KKA H Rusli Silin, anggota DPRD Natuna asal dapil Anambas H Isa Usman, Abu Hanifah, Kabag Aset Pemko Batam yang juga Ketua BP2KKA Batam, HM Nasir Ketua BP2KKA dan lainnya.
Ketum BP2KKA, Prof Dr M Zein sempat menceritakan pembentukkan Kabupaten Kepulauan Anambas tidaklah mudah. Banyak hadangan maupun rintangan yang harus dihadapi, termasuk soal pendanaan. “Tapi karena kita sabar, akhirnya Kabupaten ini bisa terbentuk. Itu semua karena aspirasi dan amanat dari masyarakat Anambas,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, turut ditetapkan jadwal syukuran terbentuknya Kabupaten Kepulauan Anambas yang akan digelar di dua tempat. Yakni di Anambas pada 21 Juli mendatang dan di ibukota Provinsi Kepri Tanjungpinang pada 31 Juli-nya.
Sorros mengatakan perjalanan proses pembentukkan Anambas baru sekitar 30 persen. Artinya masih banyak hal lain yang perlu segera dilengkapi. Seperti infrastruktur pemerintahan sementara, para aparatur dan lainnya.
Yang menarik dalam forum itu, BP2KKA mengajak masyarakat Anambas yang merantau ke daerah lain agar “pulang kampung” untuk bahu membahu membangun Anambas. Ketika para pengurus melontarkan ajakan ini ke forum, masyarakat Anambas yang ada di Tanjungpinang langsung menyambutnya siap untuk pulang demi Anambas. (gds)
|