|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
MUDIK
BANJIR menggenangi jalan di Tanjungpiayu, Senin (13/10) membuat sebagian pengendara harus berhati-hati.
Today's Must-Reads
  • Editorials

    Migran

    Arus balik tiba, yustisi menyapa. Sudah tradisi. DKI kembali disesaki
  • KPPU Denda ATB Rp2 M

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghukum PT Adhya Tirta Batam (ATB) dengan
Kalau Sudah Jelas, Ditangkap Saja
Kamis, 3 Juli 2008 | 08:37:28
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar menegaskan, demo mahasiswa yang berakhir rusuh pada Selasa (24/6) lalu ditunggangi seseorang berinisial FY. Siapa FY -meski kepanjangan inisial tersebut bisa dibeberkan? Itu tidak dipersoalkan. Tidak terlalu penting.

Sebaliknya, yang harus dipersoalkan adalah untuk apa Syamsir menyebut-nyebut insial sosok yang diduga menjadi penunggang demo yang rusuh itu? Masyarakat tidak peduli dengan inisial. Yang diperlukan adalah langsung saja yang bersangkutan dikejar. Tangkap. Proses hukum dan kelak — jika terbukti bersalah- harus dipenjarakan.


Menyebut-nyebut inisial adalah pekerjaan intelijen kuno. Intelijen masa kini, setelah menilik dan meyakini cukup bukti bahwa seseorang diduga telah bertindak kejahatan -termasuk kejahatan politik, menjadi provokator, atau menjadi penunggang demo-, cepat ditangkap.
Menuding dan menyebut-nyebut inisial nama seseorang justru kontraproduktif. Sebab, itu bisa memicu saling curiga. Kasak-kusuk. Bahkan, memicu munculnya rumor, isu, serta spekulasi yang berseliweran.


Kalau hal itu terjadi, pasca kerusuhan seperti demo yang anarkis pada Selasa sore lalu, bukan ketenteraman yang tercipta di masyarakat. Yang terjadi justru saling tuding yang bisa memancing pertikaian. Mendorong terjadinya konflik baru.
Intelijen di negara modern dalam menjalankan tugasnya, mengintai atau menilik seseorang yang diduga bertindak kejahatan, sangat jarang terang-terangan menyebut nama.


Sebab, jika nama disebut -meski hanya inisial-, yang bersangkutan akan menyamar atau melarikan diri. Bahkan, tanpa disebut pun, yang bersangkutan akan lari.


Intelijen yang ”genah’’ (benar) tak banyak bicara. Kerjanya tak terendus publik. Namun, cekatan dalam arti pihak yang diincar langsung segera bisa ditangkap. Tak banyak babibu.


Bagi masyarakat, demo anarkis di Jakarta pada Selasa lalu adalah chaos yang menakutkan. Tidak aman. Menyengsarakan. Aktivitas rutin menjadi tidak normal. Agenda kegiatan menjadi kacau balau.


Karena itu, siapa pun pelakunya harus ditangkap. Tidak peduli siapa mereka. Bukan hanya ‘’dalang’’ atau yang menunggangi, yang jelas-jelas melempar batu ke arah polisi, yang merobohkan pintu gedung DPR yang bernilai Rp2 miliar itu, yang memukul atau menghancurkan Avanza pelat merah, yang membakar mobil itu, semua pelaku tindak kejahatan wajib dihukum.


Tidak ada gunanya menyebut inisial nama seseorang yang diduga sebagai penunggang demo, sedangkan pendemo yang jelas-jelas onar dan anarki banyak yang lolos. Atau, terlalu sedikit yang diproses hukum.


Demo menentang kenaikan harga BBM itu -sekalipun bertujuan mulia, ingin memperjuangkan kepentingan masyarakat- sudah jauh melampaui kepatutan. Memalukan. Aksi-aksi mereka sudah tidak patut dilakukan orang muda yang terpelajar.


Karena demo yang rusuh itu jelas-jelas melanggar aturan hukum, siapa pun yang terbukti turut serta menjadi pelakunya harus dihadapkan ke hukum. Harus ditangkap dan diproses sampai ke pengadilan. Tidak peduli itu mahasiswa maupun aparat.***


 
NUSANTARA [ indeks ]

OLAHRAGA [ indeks ]

MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • Jenewa (BCZ)  Makanan mengandung melamin yang beredar di pasaran tak hanya berasal dari Tiongkok. Kemarin, otoritas Swiss juga menemukan pada biskuit dan permen impor asal Thailand serta Sri Lanka
    Seoul (BCZ) Korea Utara (Korut) memenuhi janji. Setelah Amerika Serikat resmi menghapus mereka dari daftar negara pendukung terorisme pada Sabtu lalu (11/10), negeri komunis itu pun bersiap membatalkan aktivitas nuklirnya.
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us