|
Jakarta (BCZ) Kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak
(BBM) oleh pemerintah akhir Mei lalu, menjadi pemicu utama lonjakan
tingkat inflasi sepanjang Juni.
Efek riilnya, kenaikan harga BBM memicu lonjakan harga barang-barang dan jasa secara umum sebesar 2,46 persen sepanjang bulan lalu.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi sepanjang Juni lebih tinggi sepuluh kali lipat dibanding Juni tahun 2007 lalu yang hanya 0,23 persen.
"Ini gambaran penuh akibat kenaikkan harga minyak," kata Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS, Ali Rosidi.
Penyumbang inflasi terbesar berasal dari sektor transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, yang naik sebesar 8,72 persen. Sedangkan sektor makanan hanya 1,38 persen. Sektor makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,33 persen, serta sektor perumahan, listrik, air, dan gas sebesar 1,14 persen.
Menurut BPS, komoditas yang paling dominan mendorong inflasi adalah bensin premium yang naik 0,83 persen. Selanjutnya diikuti angkutan dalam kota sebesar 0,54 persen dan beras 0,10 persen.
Dengan lonjakkan inflasi pada Juni lalu, inflasi selama triwulan pertama tahun ini mencapai 7,37 persen.
Angka inflasi ini diluar dugaan pemerintah, yang sebelumnya mematok angka inflasi sebesar 6,5 persen dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan 2008. [rm/min]
|