Jarang Tertangkap, Aksi Makin Berani dan Sadis
Batam (BCZ) Keamanan di Batam kian mahal saja. Kejahatan jalanan
marak. Perampok merajalela. Dalam tiga bulan terakhir, April hingga
Juni, tercatat delapan kasus pencurian dengan kekerasan.
Bahkan, ada di antara korbannya yang meninggal dunia. Sebagian kasus mengambang. Keberadaan para pelaku tak terlacak hingga kini.
Beragam modus yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya. Seperti yang terjadi di PT Lautan Terang yang beralamat di Komplek Ruko Trikarsa Ekualita Blok A Nomor 32, Sei Panas, milik Achmad Mahbub alias Abob, pengusaha minyak di Batam.
Pelaku yang diduga berjumlah enam orang itu beraksi Ahad (15/6) dinihari dan berhasil memperdayai korbannya dengan mengaku sebagai aparat kepolisian. Dalam aksinya itu, pelaku berhasil membawa kabur uang Rp430 juta setelah melumpuhkan korbannya.
”Ada yang bawa kapak, ada yang tunjukkan pistol,” kata Afit (20), salah seorang korban, yang ikut disekap para pelaku.
Polisi bergerak untuk menyelidiki kasus tersebut. Tapi, sudah setengah bulan berlalu, tak ada tanda-tanda para pelaku bakal diciduk. Enam orang pria yang dicari-cari, tak jelas kemana rimbanya.
”Belum ada perkembangan,” kata Kapoltabes Barelang Kombes Slamet Riyanto, kemarin, menanggapi penyelidikan kasus ini.
Kasus perampokan lainnya yang sempat membuat geger Batam, yakni perampokan berdarah di sebuah perusahaan konveksi di Pasar Pelita Blok H Nomor 03, Kamis (5/6) dinihari. Selain melukai bos perusahaan, Tio Yong Khing alias A Kiang (48), dua orang pelaku juga menghabisi Tay Ah Lek alias Tay Ana (59), warga negara (WN) Singapura yang tinggal di perusahaan tersebut.
Dua mantan karyawan perusahaan terlibat dalam peristiwa berdarah ini. Satu ditangkap atas nama Arki Budimansyah alias Budi (17), satunya lagi, pria berinisial Jk masih kabur
. ”Setelah ia pingsan, kami ambil hartanya,” kata Budi saat proses rekontruksi di lokasi kejadian.
Masih ada sederet kasus perampokan lainnya yang pelakunya hingga kini masih melenggang bebas. Sebut saja kejadian di Perumahan Griya Permai, Blok RR Nomor 10, Sagulung, Selasa (10/6) lalu. Kawanan pria bersenjata api menggasak gaji karyawan sebesar Rp150 juta. Kemana pelakunya? Untuk yang satu ini polisi juga belum berhasil mengendusnya.
Begitu juga dengan kasus perampokan yang menimpa Asmarani, adik anggota DPRD Kota Batam Asmin Patros. Toko Cahaya Permata Keramik miliknya yang beralamat di Komplek Batam Jaya Blok A No.8, Nagoya, disatroni kawanan rampok, Sabtu (10/5) sekitar pukul 11.00 WIB.
Menanggapi maraknya kasus perampokan ini, Slamet Riyanto mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mengungkap kasus tersebut. Berbagai tindakan juga diambil sebagai upaya pencegahan, seperti menggiatkan patroli, siang dan malam.
Di pundak polisi, masyarakat menaruh harapan yang begitu besar untuk menciptakan rasa aman dan nyaman. Jangan lagi menunggu korban berikutnya. (BP)
|