BANJIR menggenangi jalan di Tanjungpiayu, Senin (13/10) membuat sebagian pengendara harus berhati-hati. |
 |
Today's Must-Reads
Editorials
Arus balik tiba, yustisi menyapa. Sudah tradisi. DKI kembali disesaki
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghukum PT Adhya Tirta Batam (ATB) dengan | |
|
Polisi Sita Miliaran Dolar AS Palsu |
|
Rabu, 2 Juli 2008 | 11:14:42 |
Tersimpan di Koper dan Karung Warga Kamerun
Jakarta (BCZ) Dua koper dan sekarung uang palsu pecahan 100
dolar AS dan 100 euro yang dibawa Erick Kuate, warga negara Kamerun,
disita tim gabungan dalam sebuah operasi narkoba, Senin (30/6) malam.
Erick dibekuk di Kamar 413, Hotel Banyuwangi Sintera, Pasar Baru, Jakarta Pusat, pukul 19.30.
Kepala Seksi Represif Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI Jakarta Ajun Komisaris Besar Sigit Gumantyo menjelaskan, operasi gabungan itu melibatkan anggota BNP, Badan Narkotika Kota Jakarta Pusat, Direktorat Narkoba Polda Metro, Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, dan Dinas Imigrasi DKI Jakarta.
Dari tangan Erick, polisi menyita dua koper aluminium berukuran 40 x 60 x 20 sentimeter berisi uang dolar AS palsu pecahan 100 dolar, sekoper kecil lainnya berisi lembar pecahan 100 dolar AS setengah jadi, bahan kimia, dan potongan-potongan kertas seukuran uang pecahan 100 dolar AS. Selain itu, disita sekarung uang palsu pecahan 100 euro setengah jadi.
Penyitaan miliaran dolar AS itu dibenarkan Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakpus Komisaris Yosi K. ’’Nilai uang palsu yang siap edar mencapai miliaran dolar AS. Sekarang masih kami hitung,’’ ujarnya kemarin.
Indo.Pos (Grup Jawa Pos) melaporkan, pengungkapan uang asing palsu itu terkait kasus penipuan terhadap Ir RA Sutrisno, Presdir PT Tirta Dhea, sebuah perusahaan jasa konstruksi. Kemarin Sutrisno memberikan keterangan di Polres Jakarta Pusat. Kepada wartawan, pemilik perusahaan di Jalan Kramat Aris 77–83, Setu, Jakarta, itu mengaku ditipu kawanan warga asing tersebut hingga mencapai Rp 30 miliar.
Dikatakan Sutrisno, dirinya pertama bertemu warga Kamerun tersebut di Hotel Banyuwangi Sintera pada akhir Desember 2007. ”Awalnya, dia menawarkan kerja sama. Katanya, dia mau membuka mal dan apartemen. Sebagai bukti bahwa saya punya uang, dia minta saya menunjukkan uang yang saya miliki,” paparnya.
Pada pertemuan berikutnya, Sutrisno membawa uang tunai USD 300 ribu dan Rp 4,8 miliar di dalam sebuah koper. Di depan hotel, dia menunjukkan uangnya. Kemudian, oleh kawanan Kamerun tersebut, korban diajak ngobrol di luar, sedangkan uangnya dibawa masuk ke dalam mobil. Alasannya, untuk diperiksa temannya dan agar tidak dilihat orang.
Saat itu, Sutrisno tak menyadari bahwa uangnya telah ditukar dengan dolar palsu. Dia sempat mengadakan pertemuan tujuh kali dengan total transaksi mencapai Rp 30 miliar. Sebagai tempat janjian, dia memilih tempat-tempat elite seperti Hotel Shangri La, JW Marriot, Apartemen Green Garden, Apartemen Puri Kemayoran, dan kafe-kafe yang terletak di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.
Sutrisno baru menyadari dirinya tertipu setelah kerja sama tersebut tak kunjung terlaksana. Selain itu, dia banyak menerima laporan bahwa uangnya palsu. Kecurigaan pun langsung diarahkan ke gerombolan pelaku yang Senin malam lalu dibekuk polisi di Hotel Banyuwangi Sintera tersebut. (dew/jpnn/kim)
|
|  |
|
Internasional
-
Jenewa (BCZ) Makanan mengandung melamin yang beredar di pasaran tak hanya
berasal dari Tiongkok. Kemarin, otoritas Swiss juga menemukan pada
biskuit dan permen impor asal Thailand serta Sri Lanka
Seoul (BCZ) Korea Utara (Korut) memenuhi janji. Setelah Amerika Serikat
resmi menghapus mereka dari daftar negara pendukung terorisme pada
Sabtu lalu (11/10), negeri komunis itu pun bersiap membatalkan
aktivitas nuklirnya.
|
Real Estate
-
Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera
Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi
konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai
Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR),
konsumen cukup... BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang
dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur
Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk
konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja
sedang menjual... |
|
|