|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
KEPRI COMMUNITY
  • by

    Candra Ibrahim
KOLOM KAMISAN
  • by

    Hasan Aspahani
Local Batam
Google
SIDAK
Pemko tidak bisa berbuat banyak menghadapi penurunan jumlah wisatawan ke Batam
Today's Must-Reads
KPK Geledah Dephub
Rabu, 2 Juli 2008 | 12:09:44
Terkaik Penangkapan Anggota DPR RI
Jakarta (BCZ) Untuk melengkapi bukti, kemarin (1/7) sore KPK menggeledah Kantor Direktorat Perhubungan Laut Departemen Perhubungan di Jalan Merdeka Barat. Sebanyak 12 petugas KPK tiba di Dephub sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung masuk ke beberapa ruangan di lantai 4 dan 13 Gedung Karya, Dephub.

Petugas KPK mengecek setiap dokumen dan file komputer di ruangan tersebut dengan disaksikan beberapa pegawai Dephub. Rencana penggeledahan itu sudah diketahui Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal. Salah satu yang diperiksa adalah ruangan milik Direktur Jenderal Perhubungan Laut Effendy Batubara.

Mengenai kasus yang melibatkan jajarannya, Menhub Jusman Syafii Djamal menyatakan siap menyerahkan bawahannya yang terlibat kasus suap pengadaan kapal patroli Ditjen Laut tersebut. Namun, dia meminta diperjelas terlebih dahulu siapa saja yang terlibat. ”Tadi (kemarin, Red) saya sudah ketemu ketua KPK. Intinya, kami siap membantu kalau KPK membutuhkan saat penyidikan. Kami juga bilang kalau orang kami terlibat, ya kami serahkan,” tegasnya.

Bantuan seperti apa yang akan diberikan Dephub? Jusman menjamin akan transparan dan memberikan semua data yang dibutuhkan dalam penyidikan. ”Ini kan belum jelas duduk soalnya. Belum tentu orang Dephub juga (yang terlibat, Red). Kami belum tahu. Itu kan laporan masyarakat, terus dilakukan penangkapan. Menurut juru bicaranya (KPK), (Bulyan Royan) tertangkap di money changer. Jadi, ini masih dugaan,” tandasnya.

Dirjen Perhubungan Laut Effendi Batubara mengakui, saat ini memang ada proyek pengadaan kapal patroli untuk keperluan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Dia menyebut, ada dua tender yang dilakukan. Proyek pertama, pengadaan 20 kapal patroli kelas 3 (ukuran panjang 28 meter) berbahan fiberglass. Lima paket tender diselenggarakan, masing-masing paket untuk empat kapal. ”Plafon dana yang disediakan untuk 20 kapal itu Rp 120 miliar,” tuturnya.

Tender pengadaan 20 kapal itu dimenangkan lima perusahaan galangan kapal, yaitu PT Carita Boat Indonesia (pimpinan Budi Suhaemi), PT Proskuneo Kadarusman (pimpinan Kresna Santosa), PT Bina Mitra Karya Perkasa (pimpinan Dedy Suharso), PT Sarana Fiberindo Marina (pimpinan Dra Lies Kurniawati), dan PT Febrite Fiberglass (pimpinan Supratno Ramli). ”Kontrak pemesanan kapal itu sudah diteken pada 23 Mei lalu,” lanjutnya.

Lima galangan tersebut mendapatkan kucuran dana pemerintah rata-rata Rp 5,8 miliar per unit. Kapal patroli berbahan fiber itu memiliki kecepatan hingga 24 knot. Rencananya, kapal-kapal tersebut akan dioperasikan sebagai kapal patroli KPLP (Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai) di Kupang, Pontianak, Sampit, Tahuna, Dumai, Lembar, Teluk Bayur, Fakfak, Ternate, Sorong, Padang Bai, dan Bengkulu. ”Mereka diberi waktu 210 hari untuk menyelesaikan pesanan Dephub tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, proyek kedua yang masih dalam persiapan adalah pengadaan kapal patroli kelas 1B (ukuran panjang 60 meter). Dalam proyek kedua tersebut, pemerintah mengalokasikan dana Rp 125 miliar. Saat ini, tendernya sedang dilakukan dan diikuti lima perusahaan galangan kapal. Menurut dia, proyek pengadaan kapal itu dilakukan secara multiyear (beberapa tahun). ”Tahun ini, dana yang disiapkan Rp 25 miliar,” ungkapnya.

Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Dephub Bambang S. Ervan mengaku belum mengetahui perusahaan yang ikut dalam tender pengadaan kapal patroli kelas 1B itu. ”Dalam tender proyek yang pertama (kapal patroli kelas 3), Direktur KLKP Johhny Algamar ditunjuk sebagai kuasa anggaran, lalu Kasubdit Ditjen Laut Malau ditunjuk sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), dan Direktur KPLP Tanjung Priok Didik Suhartono sebagai ketua panitia lelang,” terangnya.

Bambang mengatakan, pengadaan kapal patroli tersebut dimasukkan dalam program APBN. Biasanya, pengadaan tersebut diusulkan terlebih dahulu dalam musyawarah perencanaan pembangunan nasional oleh beberapa departemen terkait. Setelah itu, baru diusulkan ke DPR yang dibahas komisi V (bidang perhubungan) serta panitia anggaran DPR. ”Setelah dari panitia anggaran dan sudah ada APBN-nya, baru disusun DIPA (daftar isian proyek anggaran, Red) untuk proyek itu,” jelasnya.

Mengenai proyek apa yang sedang disidik KPK terkait dengan penangkapan Bulyan Royan (anggota DPR Komisi V), Bambang menyatakan belum mengetahui. Bahkan, dia mengaku tidak tahu penyuapan itu dilakukan oleh siapa, apakah peserta tender ataukah pejabat Dephub. ”Kami kan bukan tim penyidik,” ujarnya.

PBR Ancam Recall

DPP Partai Bintang Reformasi (PBR) berancang-ancang melakukan recall atau pergantian antarwaktu (PAW) terhadap Bulyan Royan. Namun, PBR masih menunggu proses hukum yang sedang berlangsung di KPK.

’’Begitu ada putusan hukum tetap yang menyatakan Bulyan bersalah, kami akan me-recall-nya dari DPR. Keanggotaannya di PBR juga dicabut. Dia bukan pengurus, hanya anggota biasa,’’ kata Sekjen DPP PBR Rusman Ali.

Rusman kemarin (1/7) pukul 11.30 menjenguk Bulyan Royan di Polda Metro Jaya. Bulyan memang dititipkan KPK di ruang tahanan Polda Metro Jaya. ’’Saat bertemu, Bulyan mengakui, saat ditangkap, di sakunya ada uang USD 66 ribu dan EUR 5.500. Tapi, dia tidak mengatakan itu uang apa,’’ kata Rusman.

PBR, lanjut Rusman, mendukung pemberantasan korupsi oleh KPK. Atas penangkapan Bulyan tersebut, PBR mengapresiasi kinerja KPK. ’’Warga PBR harap tenang. Kita serahkan semua kepada proses hukum,’’ ujarnya. (wir/tom/naz/nw)


 
NUSANTARA [ more ]

MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
Real Estate
  • Batam (BCZ)  Sebuah bola dunia atau globe bergaris tengah 11 meter yang diyakini terbesar di dunia, menjadi salah satu unggulan destinasi wisata baru di Kota Batam, Mega Wisata Ocarina.
    Batam (BCZ) Selain memiliki beberapa wahana wisata yang serba modern, kawasan Mega Wisata Ocarina ternyata juga menyimpan beragam keunikan. Salah satunya adalah kolam ‘Seribu Bangau’ yang berada di tengah-tengah Kampung Seni Ocarina.


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us