|
Palembang (BCZ) Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) berjanji akan menaikkan kesejahteraan guru. Karena guru
berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Pernyataan itu disampaikan Presiden SBY di hadapan peserta Kongres XX
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Hotel Novotel, kemarin
(1/7).
“Pendidikan jadi prioritas. Saya dan menteri akan meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan guru. Ini adalah komitmen dan tanggung jawab negara menaikkan kesejahteraan,” kata Presiden.
Presiden mengatakan, pemerintah dangan segala tantangan dan keterbatasannya berusaha terus meningkatkan pendidikan, agar manusia dan bangsa Indonesia lebih bermartabat, unggul dan berdaya saing.
Presiden mengatakan, pemerintah dangan segala tantangan dan keterbatasannya berusaha terus meningkatkan pendidikan, agar manusia dan bangsa Indonesia lebih bermartabat, unggul dan berdaya saing. “Jika dunia pendidikan terus digalakkan dan ditingkatkan, maka tujuan memajukan bangsa bisa terwujud dan bisa menang dalam persaingan keras globalisasi,” jelasnya.
Presiden dalam kesempatan itu juga mengatakan, para guru juga merupakan pemimpin yang setiap tingkah laku dan perkataannya diikuti (digugu) dan ditiru.
"Seperti halnya guru bangsa yang berat untuk menuju ke situ, karena lebih dituntut untuk berbuat bagi bangsanya. Lebih mawas diri, apalagi dengan mengkritik secara berlebihan, seolah mereka semua salah. Ikuti ilmu padi, makin berilmu makin merunduk,” katanya.
Kongres XX PGRI secara resmi dibuka Presiden pada pukul 19.30 WIB, di Balroom Novotel kemarin (1/7). Kongres akan berlangsung selama dua hari, hingga hari ini.
Terpisah, Ketua PGRI Sumsel Aidil Fitrisyah mengatakan, kongres merupakan forum tertinggi organisasi. Perhelatan ini antara lain akan memilih pengurus PB PGRI periode mendatang, meninjau kembali anggaran dasar/anggaran rumah tangga PGRI, dan membuat rancangan program kerja.
“Salah satu agenda penting kongres adalah pemilihan Pengurus Besar (PB) PGRI masa bakti 2008-2013,” kata Aidil.
Menurut Aidil, saat ini ada lima isu yang berkaitan dengan persoalan di seputar guru, yaitu jumlah guru, mutu atau kualitas guru, kesejahteraan guru, distribusi guru, dan manajemen guru. Kelima isu itu akan dibahas dalam kongres untuk kemudian dijadikan rekomendasi bagi pemerintah dalam menangani masalah pendidikan.
"Kami meminta pemerintah menjadikan persoalan pendidikan sebagai prioritas. Dalam hal ini, persoalan guru tentu akan menjadi sangat krusial," ujarnya.
Dalam pembukaan kongres yang diikuti sekitar 1.400 peserta dan 500 undangan dari seluruh Indonesia itu juga nampak Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa dan Menteri Koordinator Kesejateraan Rakyat Ir Aburizal Bakrie, Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, dan Menteri Riset dan Teknologi M Nuh. Kedatangan rombongan kepresidenan disambut oleh pejabat Gubernur Sumsel Prof dr Mahyuddin NS SpOG.(mg12)
|