Batam (BCZ) Banyak
hal yang harus dipikirkan sebelum melahirkan, misalnya mempersiapkan
kebutuhan ataupun memilih penolong proses persalinan. Dokter atau
bidan. Tak hanya itu. Ada hal lain yang juga harus dipikirkan. Yaitu,
pemilihan tempat bersalin.
Keperluan persalinan memang penting dipikirkan. Dengan mengetahui tempat yang akan digunakan, setidaknya calon ibu bisa memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan ataupun perawatan apa saja yang akan diperolehnya.
Ada tiga tingkatan tempat yang digunakan untuk persalinan. Yakni, rumah bersalin, rumah sakit bersalin, dan rumah sakit umum.
“Meski sama-sama tempat bersalin, ketiganya mempunyai karakter yang berbeda,” ujarnya
Rumah bersalin (RB) khusus digunakan untuk persalinan normal. Artinya, calon ibu melahirkan tanpa memerlukan alat bantu serta tidak ada kelainan. Di RB, yang boleh menangani seorang bidan. Bukan dukun beranak seperti zaman dulu. Karena itu, umumnya biaya yang dikeluarkan lebih terjangkau. “Sebab, tidak memerlukan alat yang mahal,” jelas Marwansyah.
Berbeda dengan RB, rumah sakit bersalin (RSB) ditujukan bagi ibu yang mengalami kelainan proses melahirkan. Dengan demikian, mereka membutuhkan penanganan khusus. Misalnya, posisi bayi sungsang atau melintang. “Umumnya, di RSB terdapat kamar operasi, dokter spesialis anak, anestesi, dan kandungan,” katanya.
Berbeda dengan keduanya, rumah sakit umum (RSU) bisa digunakan untuk menangani ibu maupun bayi yang mengalami kelainan. Misalnya, ibu yang melahirkan mengidap kelainan jantung atau janin mengalami kelainan bawaan.
Di RSU terdapat dokter dari berbagai disiplin ilmu, fasilitas, serta alat lebih lengkap. Misalnya, NICU (neonatal intensive care unit), ICU (intensive care unit), atau ICCU (intensive cardiac care unit). Nah, ibu dan bayi dengan kelainan bisa segera mendapatkan perawatan intensif. “Konsekuensinya, biaya yang dikeluarkan lebih banyak,” ucapnya.
Namun, sebelum calon ibu menentukan tempat bersalin, sebaiknya ibu berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu. Dari situ, mereka bisa mengetahui apakah nanti melahirkan normal atau tidak, ada kelainan pada bayi yang akan dilahirkan atau tidak. “Sejak awal beberapa hal tersebut sudah bisa diprediksi,” ujarnya. (jpnn/14)
|