|
Batam (BCZ) Kolesterol yang juga bisa
jadi biang penyakit degeneratif lainnya itu ternyata bukan hanya jadi
momok orang bertubuh gemuk apalagi yang obesitas atau kelebihan berat
badan dari ukuran yang bisa ditolerir sesuai dengan tinggi badannya,
sebab kolesterol juga mengancam orang berpostur tubuh gemuk sebagai
salah satu penyakit paling populer abad ini.
Seperti diungkapkan oleh dr Alwi Shahab SpPD-KEMD, setiap orang sebenarnya berpotensi bermasalah dengan kolesterol karena pada dasarnya dalam tubuh setiap orang terdapat kolesterol.
“Tidak pandang ukuran badan, kurus atau gemuk, kolesterol tetap ancaman bagi setiap orang,” jelasnya.
Penjelasan Alwi ini berdasarkan fakta bahwa tidak semua kolesterol berperan jahat dalam tubuh manusia. Itu sebabnya kolesterol dikelompokkan menjadi dua. Ada LDL (low density lipoprotein) yang merupakan kolesterol jahat, dan adapula HDL (high density lipoprotein) yang merupakan kolesterol baik. Kolesterol jahat inilah yang bila menyumbat aliran darah menyebabkan sakit. Yang jeleknya bila kemudian menyebabkan penyakit degeneratif lainnya seperti stroke dan jantung.
“Kolesterol total sendiri merupakan jumlah dari kolesterol baik ditambah kolesterol jahat,” jelas Alwi
Sebelumnya para ahli menyakini bahwa kolesterol tinggi dapat membentuk endapan dan menyumbat arteri. Namun, belakangan diketahui bahwa LDL sebenarnya menyerbu dinding arteri dengan reaksi yang berlawanan dengan sistem ketahanan tubuh. Timbunan lemak yang merupakan gabungan antara LDL dan sel pemberi daya tahan tubuh berkembang di dalam dinding arteri kemudian membentuk plak. Plak inilah yang kemudian membentuk tonjolan pada arteri.
Pada tahun-tahun pertama plak ini tertimbun, lanjutnya, orang dengan kolesterol tidak akan merasakannya karena tidak ada masalah/gejala khusus yang diberlihatkan. Namun itu tak berlangsung lama. Setelah beberapa tahun plak tersebut bisa pecah. Kemudian zat kimia yang seharusnya memberikan daya tahan tubuh berbalik kerjanya dengan berpencar dan masuk ke dalam aliran darah, yang berikutnya membentuk bekuan darah penghambat aliran menuju jantung, menjadi serangan jantung atau ke otak dan stroke. (jpnn/14)
|