|
Waspadai Syndrom Andropause pada Pria |
|
Sabtu, 28 Juni 2008 | 04:13:42 |
|
Batam (BCZ) Semua orang mengetahui syndrom menopause, syndrom
yang menimpa kaum wanita yang sudah berumur. Namun sangat sedikit yang
mengetahui syndrom yang sama yang menimpa kaum lelaki, syndrom
Andropause.
Andropause berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘berhenti menjadi lelaki’. Secara medis ini dinyatakan sebagai hilangnya fungsi testes, yang diasumsiakn sebagai berkurangnya jumlah serum testoterone pada pria yang disebabkan oleh semakin meningkatnya umur pria tersebut.
Tidak seperti menopause pada wanita yang bisa dengan mudah didefenesikan dengan berhentinya siklus menstruasi yang terjadi pada umur sekitar 50 tahun, Andropause sendiri susah dideteksi dan diprediksi pada umur berapa akan menyerang pria. Andropause bisa menyerang pada pria berumur empatpuluh tahun ataupun baru menyerang jika pria tersebut telah berumur 80 tahun.
Hal yang mudah untuk mendeteksi andropause ini adalah jika fungsi seksual dari pria sudah semakin menurun dan pria sudah mulai merasa kesulitan untuk mendapatkan ereksi.
Menurunnya jumlah testoterone ini bisa dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti penurunan jumlah sel darah merah dalam tubuh, berkurangnya jumlah pasokan kalsium dan mineral dalam tubuh, kegemukan, terjadinya malfungsi dari liver dan menurunnya kesehatan prostat.
Untuk pria yang telah berumur, menurunnya jumlah testoterone bisa dideteksi dengan perubahan emosi dan berubahnya perilaku kehidupan dari pria tersebut, seperti susah tidur, mudah lupa, menurunnya ketajaman mental dan menurunnya tingkat intelegensia dari pria tersebut.
Guna menghindari syndrom andropause, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh para pria, misalnya mengunakan therapi untuk menggantikan androgen dalam tubuh. Penggantian androgen ini bisa juga dilakukan dengan mengkonsumsi obat atau suntikan yang dianjurkan oleh para pakar kesehatan.
Sementara para pakar kesehatan Cina jaman dulu telah mempercayai bahwa andropause ini bisa dihindari dengan jalan memperkuat sistem kerja ginjal pada tubuh dengan jalan melalui akupuntur ataupun menggunakan obat-obatan herbal. (jhs)
|