Pemko tidak bisa berbuat banyak menghadapi penurunan jumlah wisatawan ke Batam |
 |
Today's Must-Reads
Editorials
Stok minyak tanah untuk 19 hari ke depan di Batam dinyatakan aman
Dapil III dianggap sebagai daerah yang paling rawan terjadinya kemungkinan pelanggaran Pemilu | |
|
Istri Fariz Menangis, Lepaskan Kesedihan |
|
Kamis, 7 Pebruari 2008 | 10:11:06 |
JAKARTA - Musikus Fariz Rustam Munaf atau Fariz R.M. harus
kembali menelan kekecewaan. Sidang yang sedianya mengagendakan
pembacaan tuntutan terhadap dirinya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU),
kemarin (6/2) kembali ditunda. Alasannya, berkas tuntutan yang diajukan
pihak Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan belum mendapat pengesahan
dari Kejaksaan Agung.
Dengan demikian, Fariz yang tersangkut kasus dugaan kepemilikan 1,5 linting ganja itu harus lebih lama lagi menunggu kepastian hukum atas dirinya. Pencipta tembang Sakura tersebut mengaku dapat bersabar. Namun, menurut dia, ada orang-orang yang saat ini begitu menanti dirinya di rumah, yaitu keluarga. "Anak-anak saya sudah nanyain, ’Papa kapan pulang’?" ujar pria kelahiran 5 Januari 1961 itu seusai sidang kemarin.
Karena itu, Fariz berharap kepada pihak terkait agar proses hukum terhadap dirinya bisa dipercepat. Apa pun tuntutan JPU yang nanti akan dibebankan kepada dirinya, Fariz mengaku punya percaya diri yang tinggi. Perasaan tersebut, tutur Fariz, tidak terlepas dari keyakinan bahwa dirinya tidak bersalah dalam kasus itu.
"Di BAP (berita acara pemeriksaan) disebutkan bahwa barang (ganja, Red) tersebut ditemukan di tas saya. Tapi, ternyata tas yang diajukan sebagai bukti di sidang bukan tas saya. Saya berani dicek sidik jari untuk itu. Hasil tes urine juga menyatakan negatif juga, " tegas Fariz.
Lebih dari tiga bulan mendekam dalam tahanan, Fariz mengatakan bahwa kondisinya masih baik-baik saja. Kehadiran sang istri tercinta, Oneng Diana Riyadini, di setiap sidang menjadi motivasi tersendiri baginya untuk tetap bersemangat menjalani proses hukum. Bagaimana Oneng menjalani hari-harinya di rumah tanpa Fariz?
Ternyata, di balik ketegaran yang selalu dia tunjukkan di ruang sidang Faris, air mata Oneng masih kerap tercurah dalam kesendiriannya. "Pagi-pagi, keluar rumah, sendirian melihat pekarangan. Aku nggak mau nangis. Tapi, tiba-tiba saja air mata tumpah. Di situ, baru terasa kekosongan dalam diri saya," paparnya.
Tanpa dia sadari, pada saat menangis itulah dirinya bisa melepaskan rasa sedih menanti kepulangan sang kepala rumah tangga. "Ternyata nangis itu enak, ya. Jadi lebih lega," ujar wanita berdarah Sunda tersebut.
Sama halnya dengan Fariz, Oneng juga berdebar menanti tuntutan yang akan dibacakan JPU. Tentu dia menginginkan Fariz bebas. Namun, dia memilih pasrah hingga palu putusan hakim diketuk. "Kadang, saya takut untuk berharap agar Mas Fariz bebas. Tapi, saya berusaha untuk yakin. Sebab, dia memang tidak bersalah," kata Oneng lagi.
Menurut Oneng, tiga anaknya, si kembar Ravenska dan Rivenski Atwinda Difa, 17, serta Syavergio Avia Difaputra, 9, lebih tabah daripada dirinya. "Mereka nggak pernah nangis." Tutur Oneng. (rie/ayi)
|
|  |
|
Internasional
-
Berlin (BCZ) Milyarder asal Jerman Adolf Merckle bunuh diri karena tidak kuat menghadapi kerugian akibat krisis global.
Washington (BCZ) Video terpelesetnya Perdana Menteri Rumania dalam sebuah acara talkshow
televisi kini menjadi tayangan yang paling dicari di Youtube.
|
Real Estate
-
Batam (BCZ) Sebuah bola dunia atau globe bergaris tengah 11
meter yang diyakini terbesar di dunia, menjadi salah satu unggulan
destinasi wisata baru di Kota Batam, Mega Wisata Ocarina.
Batam (BCZ) Selain memiliki beberapa wahana wisata yang serba
modern, kawasan Mega Wisata Ocarina ternyata juga menyimpan beragam
keunikan. Salah satunya adalah kolam ‘Seribu Bangau’ yang berada di
tengah-tengah Kampung Seni Ocarina.
|
|
|