|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
KEPRI COMMUNITY
  • by

    Candra Ibrahim
KOLOM KAMISAN
  • by

    Hasan Aspahani
Local Batam
Google
SIDAK
Pemko tidak bisa berbuat banyak menghadapi penurunan jumlah wisatawan ke Batam
Today's Must-Reads
Istri Fariz Menangis, Lepaskan Kesedihan
Kamis, 7 Pebruari 2008 | 10:11:06
JAKARTA - Musikus Fariz Rustam Munaf atau Fariz R.M. harus kembali menelan kekecewaan. Sidang yang sedianya mengagendakan pembacaan tuntutan terhadap dirinya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), kemarin (6/2) kembali ditunda. Alasannya, berkas tuntutan yang diajukan pihak Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan belum mendapat pengesahan dari Kejaksaan Agung. Dengan demikian, Fariz yang tersangkut kasus dugaan kepemilikan 1,5 linting ganja itu harus lebih lama lagi menunggu kepastian hukum atas dirinya. Pencipta tembang Sakura tersebut mengaku dapat bersabar. Namun, menurut dia, ada orang-orang yang saat ini begitu menanti dirinya di rumah, yaitu keluarga. "Anak-anak saya sudah nanyain, ’Papa kapan pulang’?" ujar pria kelahiran 5 Januari 1961 itu seusai sidang kemarin.

Karena itu, Fariz berharap kepada pihak terkait agar proses hukum terhadap dirinya bisa dipercepat. Apa pun tuntutan JPU yang nanti akan dibebankan kepada dirinya, Fariz mengaku punya percaya diri yang tinggi. Perasaan tersebut, tutur Fariz, tidak terlepas dari keyakinan bahwa dirinya tidak bersalah dalam kasus itu.

"Di BAP (berita acara pemeriksaan) disebutkan bahwa barang (ganja, Red) tersebut ditemukan di tas saya. Tapi, ternyata tas yang diajukan sebagai bukti di sidang bukan tas saya. Saya berani dicek sidik jari untuk itu. Hasil tes urine juga menyatakan negatif juga, " tegas Fariz.

Lebih dari tiga bulan mendekam dalam tahanan, Fariz mengatakan bahwa kondisinya masih baik-baik saja. Kehadiran sang istri tercinta, Oneng Diana Riyadini, di setiap sidang menjadi motivasi tersendiri baginya untuk tetap bersemangat menjalani proses hukum. Bagaimana Oneng menjalani hari-harinya di rumah tanpa Fariz?

Ternyata, di balik ketegaran yang selalu dia tunjukkan di ruang sidang Faris, air mata Oneng masih kerap tercurah dalam kesendiriannya. "Pagi-pagi, keluar rumah, sendirian melihat pekarangan. Aku nggak mau nangis. Tapi, tiba-tiba saja air mata tumpah. Di situ, baru terasa kekosongan dalam diri saya," paparnya.

Tanpa dia sadari, pada saat menangis itulah dirinya bisa melepaskan rasa sedih menanti kepulangan sang kepala rumah tangga. "Ternyata nangis itu enak, ya. Jadi lebih lega," ujar wanita berdarah Sunda tersebut.

Sama halnya dengan Fariz, Oneng juga berdebar menanti tuntutan yang akan dibacakan JPU. Tentu dia menginginkan Fariz bebas. Namun, dia memilih pasrah hingga palu putusan hakim diketuk. "Kadang, saya takut untuk berharap agar Mas Fariz bebas. Tapi, saya berusaha untuk yakin. Sebab, dia memang tidak bersalah," kata Oneng lagi.

Menurut Oneng, tiga anaknya, si kembar Ravenska dan Rivenski Atwinda Difa, 17, serta Syavergio Avia Difaputra, 9, lebih tabah daripada dirinya. "Mereka nggak pernah nangis." Tutur Oneng. (rie/ayi)
 
NUSANTARA [ more ]

MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
Real Estate
  • Batam (BCZ)  Sebuah bola dunia atau globe bergaris tengah 11 meter yang diyakini terbesar di dunia, menjadi salah satu unggulan destinasi wisata baru di Kota Batam, Mega Wisata Ocarina.
    Batam (BCZ) Selain memiliki beberapa wahana wisata yang serba modern, kawasan Mega Wisata Ocarina ternyata juga menyimpan beragam keunikan. Salah satunya adalah kolam ‘Seribu Bangau’ yang berada di tengah-tengah Kampung Seni Ocarina.


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us