|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
MUDIK
BANJIR menggenangi jalan di Tanjungpiayu, Senin (13/10) membuat sebagian pengendara harus berhati-hati.
Today's Must-Reads
  • Editorials

    Migran

    Arus balik tiba, yustisi menyapa. Sudah tradisi. DKI kembali disesaki
  • KPPU Denda ATB Rp2 M

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghukum PT Adhya Tirta Batam (ATB) dengan
Label Bukanlah Jaminan
Senin, 23 Juni 2008 | 13:35:50
Tokyo (BCZ) Beberapa tahun yang lalu ketika butik Armani yang pertama di dirikan di Cina, seorang pembeli mendatangi butik tersebut untuk memperbandingkan dua buah kaos merk Armani.
Ia ingin mengetahui kenapa sebuah kaos yang ia beli di butik tersebut mempunyai label ‘made in China’, sementara kaos yang lain yang harganya lebih murah berlabel ‘made in Italy’. Kaos kedua yang bertuliskan buatan Italia tersebut tentu saja palsu karena Armani mengklaim mereka sudah tidak memproduksi  lagi barang buatan mereka di Italia.
 
Saat ini masih banyak orang yang dibingungkan dengan produk mana yang asli dan mana yang palsu dan tentang kualitas produk yang mereka jual di pasaran. Label ‘Buatan Italia’ tidak memberikan jaminan bahwa  tas atau sepatu tersebut dibuat oleh para pengrajin dari Italia. Kini banyak beredar barang yang pengerjaannya dikerjakan di negara lain namun kemudian diberi label sebagai buatan Italia.
 
Menghadapi para pelanggan mereka yang sangat kritis terhadap kualitas produk mereka, para pembuat barang tersebut menyatakan pembuatan produk mereka di luar negeri hanya dilakukan untuk membuat biaya produksi menjadi agak murah sehingga harga jual produk mereka di pasaran bisa lebih terjangkau bagi masyarakat.
 
“Banyak pelanggan yang menyatakan pembuatan produk yang tidak dilakukan di negara asal akan menurunkan kualitas produk tersebut. Pelanggan tersebut hanya membicarakan tentang persepsi mereka karena kita tidak ada alasan bahwa kita untuk tidak bisa membuat barang yang bagus di semua tempat di dunia selagi kita mempunyai jiwa seni dan perhatian terhadap kualitas dari produk tersebut,” ujar John Hook, deputi Manajer Giorgio Armani.
 
Rendahnya harga tenaga kerja di Asia membuat para designer bisa memanfaatkan lebih banyak dana mereka untuk menyediakan kain rancangan dan penggabungan teknik daripada yang mereka dapatkan di Eropa.
 
“Jika kita terlalu terobsesi dengan ‘made in Italy’ dan  ‘ made in France’ akan membuat kita menilai produk lain dengan sudut negatif. Hingga akhirnya kita akan menyadarinya saat kita merasakan harga produk tersebut sudah kelewat mahal,” tambahnya.
 
Dia menambahkan pembuatan produk mereka di Afrika dan Asia sebagai bonus dan merupakan bagian dari trik marketing mereka agar produk tersebut bisa dikenal dan diterima oleh masyarakat di penjuru dunia.(jhs)



 
NUSANTARA [ indeks ]

OLAHRAGA [ indeks ]

MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • Jenewa (BCZ)  Makanan mengandung melamin yang beredar di pasaran tak hanya berasal dari Tiongkok. Kemarin, otoritas Swiss juga menemukan pada biskuit dan permen impor asal Thailand serta Sri Lanka
    Seoul (BCZ) Korea Utara (Korut) memenuhi janji. Setelah Amerika Serikat resmi menghapus mereka dari daftar negara pendukung terorisme pada Sabtu lalu (11/10), negeri komunis itu pun bersiap membatalkan aktivitas nuklirnya.
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us