Bubung Pramiadi :”Narkotika Jenis Flakka Untuk di Kepri Belum Ditemukan”

Kabid Berantas Narkotika BNNP Kepri, AKBP. Bubung Pramiadi, SH.

BATAM, Kepritoday.com – Beredar nya narkotika jenis Flakka di media sosial, video-video di youtube pengguna flakka bertingkah seperti zombie, seperti kerasukan dan tidak sadarkan diri. Seperti yang dikutip di beritagar.co.id, Flakka adalah jenis narkotika sintetis baru dengan nama Alva PVP yang mengandung zat fentanyl derivatif, zat yang telah diajukan Kementerian Kesehatan RI untuk masuk sebagai narkotika ketagori golongan I.

Menurut situs Opium, fentanyl merupakan opioid sintetis yang sangat manjur untuk anastesi, serta paling banyak digunakan untuk pengobatan, sementara fentanyl derivative merupakan turunan dari fentanyl.

Para ilmuwan telah memodifikasi fentanyl untuk menciptakan obat yang sama sekali baru dan biasanya digunakan oleh dokter sebagai penghilang rasa sakit yang kronis.

Dikesempatan pada ekspose pemusnahan narkotika (31/05/2017), media Kepritoday.com mengkonfirmasi kepada Kabid Pemberantasan Narkotika BNNP Kepri. AKBP Bubung Pramiadi, SH, setelah ekpose berakhir tentang narkotika jenis flakka tersebut.

“Alhamdulillah di Kepri ini belum kita temukan, peran serta masyarakat juga berperan aktif jangan sampai barang tersebut masuk ke Kepri,” kata Bubung.

“Kita tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat dari bidang pemberdayaan masyarakat, kita menginformasikan kepada seluruh masyarakat bahaya-bahayanya penggunaan narkotika tersebut,” ujarnya.

“Terkait narkotika jenis flakka ini, kita belum dapat petunjuk dari pusat, belum ada arahan dari pusat secara nasional,” terangnya.

Narkotika Jenis Flakka Penggunanya Bertingkah Laku Seperti Zombie       (Sumber Poto : Tribunnews.com)

Bubung menjelaskan lagi, kandungan flakka ini lebih jorok daripada sabu bahan kimianya tersebut, flakka ini bukanlah barang yang layak untuk dikonsumsi seperti yang beredar di media, yaa dampaknya​ langsung ke saraf otak dan bertingkah laku aneh.

Dalam wawancara tersebut beralih tentang peredaran narkotika di Kepri, Bubung memaparkan bahwa untuk Laporan Kasus Narkotika (LKN) tahun 2017 sampai akhir Mei ini, sudah 30 kasus yang kita tangani

Dengan jumlah tersangka ada 53 orang dan untuk barang bukti jenis sabu ada 28,297 kilogram, sedangkan untuk ekstasi 398 butir, untuk ganja 12,763 kilogram.

“Untuk sabu mayoritas mereka hampir 98 persen dari negara Malaysia dan melalui laut, sedangkan yang 2 (dua) persennya peredaran melalui ekspedisi seperti sabu yang didalam lukisan bunda maria beberapa bulan lalu yang berhasil digagalkan,” jelasnya.

“Begitu juga dari sekian kasus Narkotika dari 53 tersangka belum ada putusan dalam persidangan tersebut.” kata Bubung, menutup pembicaraan. (Andri/Oscar).