BP Batam Lakukan Penertiban Kegiatan Ilegal Di Sekitar Waduk Air Batam

Kepala Direktorat Pengamanan BP Batam, Budi Santoso, menjelaskan ke awak media terkait rencana penertiban di sekitar waduk air Batam

BATAM, Kepritoday.com – Upaya BP Batam dalam waktu dekat di tahun 2017 akan melakukan penertiban-penertiban terhadap kegiatan ilegal masyarakat seperti peternakan kandang babi, rumah liar dan lain sebagainya khususnya yang ada di sekitar waduk air di Batam, dalam hal ini menanggapi banyaknya keluhan masyarakat Batam terkait kondisi waduk yang tercemar oleh limbah peternakan babi.

kegiatan BP Batam dalam penertiban sebelumnya yang sudah dilaksanakan, diantaranya penertiban pada tahun 2015 untuk rumah liar 139 unit (Kabil Raya 85 unit, Punggur 10 unit,Sei Daun 35 unit dan Bida Ayu 9 unit), pondok 97 unit ( 34 unit di Kabil Raya,7 unit di Punggur, 43 unit di Sei Daun, dan 13 unit di Bida Ayu), Keramba Apung 122 unit ( 40 unit di Punggur, dan 82 unit di Sei Daun), Kolam Darat 87 unit (24 unit Kabil Raya, 24 unit di Punggur, 28 unit di Sei Daun, 11 unit di Bida Ayu ), Kandang Babi 11 titik ( 4 titik di Kabil Raya dan 7 titik di Punggur), Kandang Ayam 5 unit ( 3 unit di Kabil Raya, 2 unit di Sei Daun ), Perkebunan -+81 HA (terdiri dari -+50 ha di Kabil Raya, -+15 di Punggur -+4 di Sei Daun  dan -+12 ha di Bida Ayu).

Penertiban di tahun 2016 terjadi peningkatan untuk kandang babi menjadi 26 titik yang berlokasi di Rindu Alam 1 dan 2. Sedangkan untuk kandang ayam 7 unit (di Kampung Melayu,4 unit di pintu 3 dan 4 Muka Kuning).Untuk Rumah Liar 202 unit (47 unit di Kampung Melayu,46 unit di Rindu Alam 1dan 2, Pintu 1 Bida Ayu 25 unit, Pulau Abah 36 unit, dan pintu 3 dan 3 Muka Kuning 48 unit), Pondok 76 unit, Keramba 610 unit, Kolam Darat 381 unit, dan Perkebunan 133 ha.

Yang menjadi ramai sorotan di medsos dan pemberitaan media massa saat ini adalah pencemaran waduk air oleh limbah babi, dalam kesempatan coffee morning BP Batam pada hari selasa (07/Februari/2017) yang bertempat di gedung Marketing BP Batam, Direktorat Pengamanan BP Batam Budi Santoso mengatakan,” Dalam waktu dekat kita akan memanggil mereka para peternak babi tersebut sekaligus menyampaikan peringatan,”

“Surat Peringatan (SP) 1 kita layangkan besok,SP 1 dan SP 2 berlaku untuk seminggu sedangkan SP 3 untuk tiga hari saja,perintah untuk bongkar hanya 1 hari, selanjutnya kami Ditpam dan tim terpadu akan melakukan pembongkaran,” tegasnya.

“Diperkirakan ada 1.500 hewan ternak babi yang di miliki warga di sekitar dam Duriangkang, dan kita sedang melakukan pembahasan bersama tim terpadu untuk melakukan penertiban,” kata Budi.

“Kita lakukan kegiatan penertiban karena kegiatan mereka peternak babi di sekita kawasan waduk Dam Duriangkang sudah meresahkan masyarakat dari limbah kotoran babi tersebut,” paparnya.

Kegiatan Coffee Morning BP Batam di hadiri oleh Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Air Limbah BP Batam Binsar Tambunan,Anggota 4 Deputi BP Batam Purba Robert M.Sianipar, Kasubdit Pengamanan Asset BP Batam Nasrul, Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andiantono, Kepala Direktorat Pengamanan BP Batam Budi Santoso, staff dan jajaran BP Batam, Media Cetak Online dan Elektronik.(Ain/,Osr)