Bawa 70 Ton Beras dan Gula Ilegal, KM. Mulia Abadi di Amankan Lantamal IV Tanjung Pinang

img-20160919-wa0006

Danlantamal IV Tanjung Pinang Laksma S.Irawan SE, saat memberikan keterangan pers di Mako Lanal Tanjung Sengkuang Batam

BATAM, Kepritoday.com – Pangkalan Utama Angkatan Laut IV Tanjung Pinang, Senin, (19/09) mengadakan kegiatan pengungkapan ke media hasil tangkapan barang-barang illegal dari Singapura, yang akan diseludupkan ke Batam pada Minggu, (18/09/2016).

Penangkapan dilakukan terhadap KM. Mulia Abadi, milik ST sekitar pukul 07.05 wib, di Perairan Sungai Belian Batam Centre. Barang-barang illegal yang diamankan Lantamal IV berupa muatan beras merk cap anak terbang dan gula pasir sebanyak -+70 ton sesuai keterangan Nakhoda kapal (ID), bersama 5 orang ABK kapal.

Penangkapan bermula, saat tim WFQR (Western Fleet Quick Response) IV mengadakan patroli disekitar perairan sungai Belian Batam Centre, kecurigaan bermula ketika kapal itu kandas diperairan Botania Batam Center, dan tim WFQR IV menghentikan kapal tersebut dan setelah di laksanakan pemeriksaan, ternyata kapal dan muatannya tidak dilengkapi dokumen resmi seperti, dokumen pelayaran, dokumen kapal, dokumen pengawalan dan dokumen muatan, selanjutnya kapal ditarik dan diamankan didermaga Lanal Batam.

barang-bukti-muatan-beras-dan-gula-yang-diamankan-tim-wfqr-iv-tanjung-pinang

Barang bukti muatan beras dan gula yang diamankan tim WFQR IV Tanjung Pinang

Danlantamal IV Tanjung Pinang, Laksma S.Irawan SE, menjelaskan keawak media saat ekspos di Mako Lanal Tanjung Sengkuang Batam, bahwa, kapal KM. Mulia Abadi ini, diduga berlayar tanpa dilengkapi dokumen-dokumen pelayaran, begitu juga muatannya, tanpa dilengkapi dokumen muatan (manifest) dan kapal mengangkut/membawa muatan dari luar negeri ke Indonesia tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan.

Pelanggaran yang dilakukan oleh KM. Mulia Abadi ini, yakni, UU nomor 17 tahun baru 2008 tentang Pelayaran yaitu pasal 323 ayat (1) tentang Surat Persetujuan Berlayar, pasal 219 ayat (1) dengan hukuman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp.600.000.000 (enam ratus juta rupiah).

Pasal 285 terkait dengan Manifest Muatan pasal yang dimaksud pasal 13 ayat (4) di pidana dengan pidana paling lama setahun atau di denda Rp.200.000.000 (dua ratus juta rupiah).
Pasal 302 ayat (1) terkait Kapal Tidak Layak Laut dengan hukuman pidana 3 tahun penjara dan denda Rp.400.000.000 ( empat ratus juta rupiah). (And).