Bank Indonesia Gelar Diskusi Publik di Radisson Hotel Batam Kepri

Jpeg

Suasana Diskusi Publik Bank Indonesia, di Ballroom Radisson Hotel, Sukajadi Batam

BATAM, Kepritoday.com –  Bank Indonesia (BI), mengadakan, diskusi publik di Radisson Hotel Sukajadi Batam dalam diskusi publik ini mengambil tema “ Reformasi dan Strategi Kebijakan dan Pengembangan “ Wilayah Batam dan sekitarnya, sebagai wilayah berdaya saing tinggi secara ekonomi dalam diskusi publik. Jumat, (12/08)

Dalam acara ini, Bank Indonesia sebagai Narasumber, turut hadir, Gubernur BI, Agus Marto Wardoyo, Menteri Koordinator PAN RB, Asman Abnur, Menteri Pariwisata RI Arif Yahya, Menteri Koordinator Kemaritiman Jendral TNI AD (Purn.) Binsar Luhut Panjaitan, Gubernur Kepri, Drs.Nurdin Basirun, selaku moderator, pada acara ini.

Acara diskusi publik ini juga dihadiri oleh, para Anggota Dewan Gubernur BI, Kapolda Kepri Brigjen Pol. Sam Budigusdian, Kajati Kepri, Andar Perdana Widiastono, Kabinda Kepri, Wakil Ketua DPRD Prov Kepri, Amir Hakim, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Dewan Nasional KEK Kementerian Perekonomian, Kepala BI Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Ekaputra, Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro serta Kepala BI Perwakilan Seluruh Indonesia.

Gubernur Kepri, Drs.Nurdin Basirun, dalam sambutannya mengatakan, bahwa Provinsi Kepulauan Riau bertekad untuk membangun daerahnya menjadi salah satu pusat perekonomian nasional, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya melayu yang didukung oleh masyarakat yang sejahtera cerdas dan berakhlak mulia,

Menteri Koordinator Kemaritiman Jendral TNI AD (Purn.) Binsar Luhut Panjaitan,saat memberikan pers terkait kelautan dan kemaritiman

Menteri Koordinator Kemaritiman Jendral TNI AD (Purn.) Binsar Luhut Panjaitan, saat memberikan Keterangan Pers, Terkait Kelautan dan Kemaritiman

Provinsi Kepulauan Riau, terbentuk berdasarkan UU nomor 25 tahun 2002 merupakan provinsi yang ke 32 di Indonesia, yang mencakup, Kota Tanjung Pinang, Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Lingga, Adapun luas wilayahnya sebesar, 252.601Km2, dimana 95 persennya merupakan lautan dan 5 persennya merupakan wilayah darat dengan batas wilayah Utara Vietnam dan Kamboja Selatan, Babel dan Jambi Barat, Singapura Malaysia dan Riau Timur, serta Brunei dan Kalimantan Barat.

Di kesempatan tersebut, Gubernur BI dalam presentasinya memaparkan, bahwa sektor kemaritiman tentu ingin membangun kedaulatan kemaritiman industri maritim yang kuat dan maju, pelestarian lingkungan hidup dan upaya untuk pengembangan secara berkesinambungan, dan negara kita berpotensi tinggi menjamin poros maritim dunia,75 barang dan komoditas di perdagangkan di Asia Pasifik.

Sementara dari 45 persen dari barang komoditas tersebut melalui arus laut kepulauan Indonesia, oleh karena itu, BI sangat mendukung dan menyambut baik bahwa kita bisa berkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk melihat potensi ini.

Selanjutnya, Menteri Koordinator Kemaritiman, Jendral TNI AD (Purn), Binsar Luhut Panjaitan, saat dipertanyakan tentang kemaritiman mengatakan, negara kita ini 70 persen potensi laut dan potensi kita kaya, kalau kita lihat banyak tranportasi cost kita itu jauh lebih mahal dari negara-negara lain. Katanya.

” Untuk sektor maritim, masih banyak lagi yang akan dikerjakan, saya juga lagi mempelajari lebih dalam lagi mengenai struktur pos setiap daripada operasi di kelautan.” Ujar Luhut. (Andri)