Ansor Kecam Pernyataan “Bangsat” Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan

Ketua PW GP Ansor Sumbar, Rahmat Tuanku Sulaiman.

PADANG, Kepritoday.com – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat  mengecam pernyataan Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan yang mengungkapkan kata ‘bangsat’ yang dilontarkan terhadap Kementerian Agama RI dalam rapat dengar pendapat antara Kejaksaan Agung dan Komisi III DPR, Rabu (28/3) kemarin.

Ketua PW GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman, Jumat (29/3) di Padang, Sumatera Barat menyebutkan, ucapan ‘bangsat’ tersebut tidak pantas diucapkan oleh wakil rakyat yang terhormat kepada lembaga negara Republik Indonesia, khususnya Kementerian Agama.

Betapa pun geramnya terhadap tindakan dan penangganan  biro travel umrah bodong yang dilakukan Kementerian Agama, jangan sampai ada  kata ‘bangsat’. Silakan cari kata yang lebih santun dan sopan sebagai wakil rakyat.

“Ini jadi sorotan karena yang bersangkutan adalah wakil rakyat terhomat. Anggota lembaga terhormat di Republik ini. Apalagi diucapkan dalam rapat dengar pendapat dengan lembaga negara di gedung wakil rakyat terhormat tersebut,” kata Rahmat didampingi sekretarisnya Arianto.

Menurut Rahmat, pernyataan kasar terhadap Kementerian Agama tersebut tidak hanya melukai jajaran pegawai di Kementerian tersebut,  tapi juga melukai anak muda Nahdlatul Ulama. Karena NU organisasi yang dulunya mendorong kementerian tersebut terbentuk setelah kemerdekaan Republik Indonesia 1945.

“Kami menilai sepatutnya anggota DPR sebagai orang yang berpendidikan, haruslah berbahasa yang lebih baik, santun  dan tidak kasar. Pasalnya, anggota DPR merupakan wakil rakyat yang dilihat dan ditiru tindak-tanduknya oleh masyarakat luas. Penyebutan kata-kata ‘Bangsat’ kepada seluruh jajaran Kementerian Agama kurang pantas,” tambah Rahmat Tuanku Sulaiman, alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Padangpariaman ini.

Rahmat juga menambahkan, jika Arteria Dahlan berkunjung ke Sumatera Barat, pihaknya akan melakukan aksi demo sebagai bentuk protes atas pernyataan tersebut. Ke depan kita minta anggota DPR RI sebagai wakil rakyat dalam berbahasa dan berkata dapat menunjukkan sikap yang santun, sopan dan beretika. Terutama terkait dengan lembaga, badan, organisasi, kelompok, agama dan budaya. (Doyx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *