Angin Utara Mulai Memasuki Kepulauan Anambas

angin utaraANAMBAS, Kepritoday.com – Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) saat ini memasuki musim utara, ditandai cuaca mulai tidak bersahabat bahkan ekstrim dan gelombang akan sangat tinggi mencapai dua meter bahkan lebih. Untuk itu Nelayan di himbau untuk berhati-hati dengan cuaca seperti ini.

BMKG stasiun W Anggriono akan menempelkan himbauan dengan cara menempel pengumuman di beberapa titik strategis seperti di papan pengumuman pelabuhan dan tempat strategis lainnya kondisi cuaca di Anambas agar dapat dibaca seluruh masyarakat.

Bukan hanya angin tapi gelombang juga semakin mengganas. Biasanya hanya 0,5 sampai 1 meter. Namun pada musim ini bisa mencapai 4 meter hingga 5 meter. Meski data yang ada di Stasiun Meteorologi Tarempa hanya bersifat perkiraan namun tetap harus diwaspadai.

“Di Anambas ini sudah mulai masuk angin utara pada 23 November lalu. Diperkirakan ketinggian ombak mencapai 3 meter,” Ungkap Anggriono.

Perlu diketahui sebut Anggriono, cuaca pada musim ini juga akan sering turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Bahkan di Anambas ini juga sering terjadi diangin puting beliung.

“sekarang ini masih bersahabat dan aman untuk pelayaran, tapi ke depan meski berhati-hati,”paparnya.

Wakil Ketua HNSI KKA, Muslimin mengatakan, kalau musim utara tidak menjadi halangan bagi nelayan Anambas untuk tidak melaut, apalagi saat ini sedang musim ikan tenggiri.

” Bahkan untuk ikan tenggiri sudah terjadi penurunan harga yang awalnya penampung membeli Rp48-52 ribu/kg saat ini tinggal Rp40 ribu/kg.” Katanya.

Muslimin mengakui, kalau saat ini memang ada beberapa nelayan yang melaut tidak terlalu jauh hanya dekat bibir pantai, untuk mencari ikan tonggkol ataupun ikan karang.

“Ada juga nelayan yang mencari ikan didekat tarempa saja akibat ombak tinggi,” ungkapnya.

Untuk saat ini ombak sudah mencapi lebih dari satu meter, sehingga dia menghimbau kepada para nelayan untuk berhati-hati, apalagi yang melaut diatas 8 mil dari bibir pantai. Sebelum turun melaut periksa semua kesiapan kapal jangan sampai terjadi hal-hal yang merugikan misal mesin rusak apabila saat dilaut nanti seperti mesin rusak dan sebagainya, life juga jangan sampai lupa atau, pelampung.

“Keselamatan juga harus diperhatikan kasian anak dan istri apabila terjadi sesuatu pada kita,” himbaunya.

Pang (30), nelayan asal Tarempa mengaku senang dengan datangnya musim angin utara. Meski ombak besar namun banyak ikan. Sebagai warga pribumi, menurutnya musim utara menjadi hal yang biasa, sehingga dirinya tetap bisa mensiasati hal itu.

Agar dirinya tetap bekerja seperti biasa, maka dirinya tetap melaut tetapi jangkauannya terbatas. Biasanya dirinya melaut hingga 80 mill jauhnya, tapi pada musim utara ini hal itu tidak perlu dilakukan. Dirinya tetap melaut tapi hanya di laut terdekat maksimal 40 mill saja.

“Kita tetap melaut tapi hanya sekitar 40 mill saja. Kalau musim utara ikan banyak ditepi karena saat ombak naik, ikan berlindung di pinggir dibalik pulau,” pungkasnya.
Sumber : HK