Angin Kencang, Premium Kembali Langka

premium

Bahan Bakar Minyak Jenis Premium Di Kabupaten Lingga Kembali Langka

LINGGA, Kepritoday.com : Kabupaten Lingga khususnya Daik Lingga kembali mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium. Persoalan ini sudah menjadi keresahan masyarakat dan para ormas, karena premium sudah menjadi kebutuhan masyarakat umum, yang sampai hari ini kelangkaannya terulang kembali seperti tahun sebelumnya.

Rudin, salah seorang pengendara di temui media ini ketika mendorong kendaraannya menuturkan, motornya baru saja kehabisan bensin, tapi setiap kios yang di singgahi tak satupun bensin terjual di depan kios. Sementara ia ingin ke lokasi pekerjaan, ditengah jalan kendaraan dikendarainya mogok kehabisan bensin.

“Setiap kios saya tanya, jawabannya sama, bensin sudah habis, alhasil kendaraan saya dorong bawa pulang kerumah, tidak mungkin ditinggal disini. Kalaulah bensin susah di cari, bagaimana saya ingin ke lokasi kerja,”  ungkap pria paruh baya ini.

Cerita buruh bangunan ini, setiap ke lokasi kerja ia harus menggunakan motor, karena jarak dari kediamannya sangatlah jauh. Dirinya heran, kenapa kelangkaan bensin kembali terjadi, padahal sudah lama bensin tidak mengalami kelangkaan.

“Kenapa kejadian seperti ini kembali terjadi, apakah pemerintah kita tidak mampu menangani kelangkaan, apa bila bensin tidak ada sampai berhari-hari, bagaimana saya ke lokasi kerja, sementara anak masih kecil, dan sekolah. Setiap hari saya harus bekerja cari uang, sedangkan harapan itu saya gantungkan di pekerjaan buruh bangunan,” ceritanya.

Salah satu kios yang ada di Daik Lingga, mengakui bensin sudah tiga hari habis terjual, namun sampai sekarang di APMS Batu Kapak premium masih kosong. Bahkan ia tidak tahu kapan besin kembali didapatkannya sebagai pengecer.

“Kita tanya di APMS belum tahu kapan bensin kembali didapatkan. Akan tetapi, premium tak masuk di karenakan angin atau gelombang masih kuat. Alasan itulah membuat keterlambatan premium datang ke APMS Batu Kapak,” kata salah satu pengecer BBM yang ada di Kelurahan Daik.

Melihat keresahan masyarakat umum, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Lingga Kabupaten Lingga Erik, ia melihat, setiap menyambut hari besar, kelangkaan premium kerap kali terjadi di Kabupaten Lingga. Ia menilai, dengan kejadian ini, instansi terkait di anggap bekerja tidak profisional, dan tak mampu belajar dari kejadian-kejadian kelangkaan sebelumnya.

“Harusnya pihak berkompeten belajar dari kelangkaan sebelumnya. Kenapa harus terulang kembali kejadian seperti ini, dan kenapa masih terjerumus ke lobang yang sama. Harusnya tidak seperti itu, kegagalan pertama dijadikan evaluasi, untuk menata kembali penyebab kelangkaan,” ungkapnya.

Sedikit kritis di sampaikan pria satu orang anak ini, kejadian kelangkaan sudah berulang kali terjadi di Kabupaten Lingga, khususnya di Daik Lingga, ia beranggapan instansi yang menangani BBM bekerja tidak profesional, dan telah di anggap gagal. pungkasnya.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distanben) Kabupaten Lingga Dasrul Azwir melalui Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Romy Subanu membenarkan tidak adanya premium di APMS di Batu Kapak Dusun Penarik Desa Kelumu, hal itu disebabkan cuaca buruk, maka keberangkatan kapal tidak dibenarkan Syahbandar mengantar BBM ke APMS Daik Lingga.

“Koordinasi kita jalan terus, kelangkaan terjadi bukan stok BBM pada bulan Januari, tapi stok Desember 2013 yang lalu. Untuk Januari minyak belum masuk, yang seharusnya pada tanggal 18 Januari sudah ada di APMS. Kita harap masyarakat bersabar, apa lagi mengenai BBM baru di tangani Distanben Lingga Tahun 2014, yag dulunya di tangani Disperindag,” imbuhnya. (R Z Arifin).

Top