Alfitra Kusastri, S.HI: “Dunia dikejar akan lari.  Akhirat dikejar dunia mengikuti”

Kepala KUA V Koto Timur, Alfitra Kusastri, S.HI memimpin rapat awal bulan di ruang kerjanya. 

PADANG PARIAMAN, Kepritoday.com – Kehidupan akhirat lebih penting bagi seorang muslim, semua orang sudah mengetahui bahwa hidup di dunia hanya sebentar dan hidup yang abadi itu adalah di akhirat kelak.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan V Koto Timur, Alfitra Kusastri, S.HI ketika menyampaikan sambutan pada rapat awal bulan di hadapan ASN, tenaga honorer dan Penyuluh Agama Islam non PNS, Jumat (1/3), di ruang kerja Kepala KUA Kecamatan V Koto Timur, Jl. Raya Pariaman-Pd. Alai, KM 12, Kampung Tanjung, Nagari Kudu Ganting, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.

Menurut Alfitra, walaupun keyakinan manusia mengenai hidup di dunia yang berlaku sementara dan hidup di akhirat adalah kehidupan yang abadi dan kekal, tak lantas membuat manusia sadar sepenuhnya. Perhatikanlah betapa banyak orang yang mengabaikan akhirat, mereka sibuk dan asyik dengan dunia, seolah-olah merasa bahwa akan tinggal selamanya di dunia. Mereka lupa bahwa mereka sedang berjalan menuju akhirat.

“Dunia dikejar akan lari.
Akhirat dikejar dunia mengikuti,” ungkapnya.

Di dalam Alquran, Allah SWT menegaskan bahwa “Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan ditambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia maka diberikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagia pun di akhirat.” (QS. Asy-Syura: 20)

“Firman Allah SWT tersebut menegaskan bahwa kehidupan akhirat lebih penting dan lebih banyak manfaatnya bagi muslim,” terangnya.

Ia juga menekankan pada semua bawahanya agar melaksanakan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu serta melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

“Bekerja adalah ibadah, kerjakanlah karena Allah sesuai dengan dengan motto Kementerian Agama, Ikhlas Beramal,” tambahnya.

Alfitra menambahkan bahwa kegiatan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) 104 tahun 2019 di Korong Kamumuan, Kenagarian Koto Tinggi Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau merupakan kerjasama Kementerian Agama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berlangsung selama 30 hari sejak 26 Februari yang juga dilaksnakan di beberapa wilayah di tanah air.

“Dalam hal ini, saya juga menyampaikan pesan dari Bapak Kepala Kanwil Kemenag Sumbar bahwa fokus kerja kita pada 2019 ini pada moderasi keagamaan, kebersamaan dan integritas data.

Terakir ia mengatakan, jika seorang pemimpin menceritakan keburukan bawahannya pada orang lain berarti pemimpin tersebut sudah membuka aibnya sendiri dan pemimpin seorang pemimpin harus bisa memotivasi bawahannya. (Mudawar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.