Akibat Krisis Air, Beberapa Wilayah di Batam Mengalami Penghentian Suplai Air

atb-batam

PT Adhya Tirta Batam (ATB), Selaku Pengelola Air Minum di Batam.

BATAM, Kepritoday.com – PT Adhya Tirta Batam (ATB), selaku pengelola air minum di Batam memberlakukan penggiliran suplai Air kepada pelanggan (Rationing ), mulai hari Selasa (1/9) .

Pelanggan ATB wilayah Tiban ,Sekupang dan Tanjung Uma, akan mengalami penghentian suplai air 12 jam perharinya.

Menurut Wakil Presiden Direktur PT ATB, Benny Andrianto, akibat dampak el nino yang melanda Batam hingga hujan tidak lagi turun, sehingga, waduk atau dam-dam yang selama ini sebagai sumber bahan baku produksi air, mengalami penyusutan.

“ Instalasi Pengelolahan Air WTP (Water Treatment Plant), Sungai Harapan dan Sei Ladi, tidak mampu memproduksi air dengan normal, sehingga untuk kebutuhan air dikawasan ini akan digilir per 1 September dalam pendistribusiannya, seperti didaerah Tiban ,Sekupang dan Tanjung Uma.” Kata Benny, kepada awak media, Senin (30/8) di kantor ATB.

Benny Andrianto menambahkan, rationing ini akan dikenakan tidak hanya kepada pengguna dam Sungai Harapan dan juga Sei ladi, tetapi juga keseluruh pengguna dam lainnya, dan Benny juga menghimbau kepada pelanggan, agar bisa berhemat air.

IMG_9431

Tandon Air atau Bak Penampungan Air Warga.

Angelo, Salah seorang warga Tiban mengatakan, sejak adanya suplai air digilir, kapasitas air di tempatnya mulai berkurang, dan sejak malam hingga subuh ia harus mengisi tandon air untuk memenuhi kebutuhan air.

“ Sejak pukul 9 malam, hingga 3 dini hari, airnya masih lancar, tapi setelah itu berhenti total, dan harus menggunakan tandon air atau bak penampung, jika tidak maka pasti tidak kebagian air.“ Ujar nya.

Beberapa warga lainnya juga mulai dibuat resah, dengan berkurangnya suplai air ini, salah satunya, Evi, seorang ibu rumah tangga di Perumahan Masyeba Gading Mas, Batam ini, sudah lebih kurang satu tahun daerahnya mengalami gangguan air, dan warga juga sudah beberapa kali mengadukan masalah ini ke ATB, namun belum mendapatkan respon dari, PT.Adhya Tirta Batam (ATB) selaku pengelola air minum di Batam.

“ Saya sekarang cuma bisa pasrah aja, apalagi saya dengar akan diberlakukan bergilirnya suplai air ini, sedangkan tidak dilakukan rationing saja, daerah kami sudah sulit airnya, apalagi sekarang ini diberlakukannya rationing atau penggiliran suplai Air.” Katanya.

Untuk itu, warga berharap kepada BP Batam, selaku pemegang mandat yang mewakili negara harus tegas kepada ATB, serta memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, begitu juga dengan ATB selaku pengelolah sumber air di batam ini, harus memiliki perencanaan yang matang untuk mengatasi kekeringan ini. (Oscar).

Top