Akibat Keteledoran, Lori PT. Harap Panjang di Tahan Warga

Ketua Komisi I DPRD Lingga, Poto Bersama Tokoh Pemuda dan Warga.

LINGGA, Kepritoday.com – Tidk terima lahan kebunnya di serobot PT. Harap Panjang, Wagiman yang didampingi beberapa warga, menghentikan aktifitas PT. Harap Panjang, dalam pengerjaan jalan di Kelurahan Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga.

Peristiwa penghentian aktifitas PT. Harap Panjang ini bukan tanpa alasan, dimana sebelum pengerjaan pelebaran jalan di Kelurahan Raya, jalan Air Merah, Kecamatan Singkep Barat, pihak Perusahaan telah melakukan mediasi di Kantor Lurah Raya, pada hari Senin. (22/05), yang turut dihadiri Dinas PU, Pihak Perusahaan, Pemilik Lahan serta Tokoh Masyarakat.

Adapun mediasi tersebut dilakukan karena PT. Harap Panjang, dalam pengerjaan pelebaran jalan di Kelurahan Raya, telah melakukan pengerukan disisi bukit, yang isi lahannya berupa puluhan batang pohon karet milik saudara Wagiman.

Dari hasil mediasi di Kantor Lurah tersebut, pihak Perusahaan berjanji akan memenuhi permintaan saudara Wagiman selaku pemilik lahan, untuk menyelesaikan kesepakatan internalantara pemilik lahan dengan pihak perusahaan PT. Harap Panjang pada hari Rabu, namun sampai hari Jumat, (26/05) pihak Perusahaan belum menepati janjinya, sehingga membuat pemilik lahan beserta warga berang dan menahan lori milik Pt. Harap Panjang.

Lori PT. Harap Panjang Yang di Tahan Warga.

Sementara, menurut Ketua Komisi I DPRD Lingga, Neko Wesha Pawelloy, yang dating kelokasi pelebaran jalan tersebut mengatakan, sebenarnya ini merupakan keteledoran dari pihak PU dan Perusahaan, Khususnya PT. Harap Panjang, karena, seharusnya instansi yang terlibat di pembangunan ini harus duduk bersama sebelum melaksanakan pekerjaan.

“Ini merupakan keteledoran Dinas PU dan Perusahaan saja, karena tanpa ada koordinasi sebelumnya dengan pemilik lahan, seharusnya Dinas PU, pihak Perusahaan serta pemilik lahan bisa duduk bersama dalam penyelesaian masalah ini, sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan.” Kata Neko.

Sementara Wagiman, selaku pemilik lahan, mengancam akan membuat tindakan yang lebih besar lagi dari yang sekarang, jika sampai hari selasa nanti pihak perusahaan tidak menanggapinya.

“Jika sampai hari Selasa nanti belum ada juga hasil atau kepastian dari pihak Perusahaan, maka saya akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.” Ancamnya.

Ditempat terpisah, tokoh pemuda yang juga aktifis di Kelurahan Raya, Usman Wello meminta, agar pihak Perusahaan segera memenuhi kesepakatan yang telah dibuat, bukan maksud ingin menghalang-halangi pekerjaan Pemerintah, tapi dari sisi lain, pihak perusahaan juga harus punya pertimbangan, jangan asal-asal babat saja dan tanpa koordinasi terlebih dahulu kepada warga yang punya lahan.

“Kita sangat mendukung program pemerintah dalam hal pembangunan jalan di Kelurahan kami, namun disisi lain, masyarakat jangan dirugikan.” Kata Usman.

Selain Neko Wesha Pawello, Ketua Komisi I DPRD Lingga, turut hadir juga di lokasi pelebaran jalan tersebut, Staf Kelurahan Raya, Kepala Desa Sungai Raya, Radiansyah, Ketua MPC Pemuda Pancasila, Nurjali, Ketua Karang Taruna Kelurahan Raya, Harmadi, Tokoh pemuda dan Aktifis Singkep Barat, Usman Wello serta Masyarakat Kelurahan Raya. (Ramlan).

Top