Ada Kecurangan di KPU Batam, Diduga Lembaran Penghitungan Suara Bodong

pemilu 2104

Logo Komisi Pemilihan Umum

BATAM, Kepritoday.com : Pelaksanaan Pesta Demokrasi tanggal 9 April 2014 telah berlalu. Pesta yang selalu memberikan harapan bagi masyarakat untuk memilih para wakilnya  yang akan duduk  dilembaga yang menentukan adanya perubah keadaan yang sekarang maupun yang akan datang. Pesta itu dikenal dengan nama Pemilihan Umum Legislatif (Pileg)

Usai pelaksanaan pileg terlihat kesibukkan para tim sukses setiap  calon legislatif (caleg) di DPR-RI, DPD dan DPRDProvinsi serta DPR serta DPRD Kabupaten/Kota masih terlihat bergentayangan untuk memastikan suara hasil pemungutan suara.

Kecurangan serta pelanggaran mulai bermunculan di setiap TPS, guna memperoleh suara berbagai macam carapun dihalalkan yang penting calonnya bisa melaju kegedung dewan.

Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) sebagai Lembaga Independen Penyelenggara Pemilihan merupakan hal yang penting dalam pelaksaanaan. Keberhasilan penyelenggaraan tergantung tim yang bergerak untuk menyiapkan segala logistik serta kesiapan petugas yang akan terjun langsung kelapangan untuk mengawasi pelaksanaan pesta demokrasi.

Dari sekian banyaknya pelanggaran yang terjadi salah satu diantaranya adalah pengadaan logistik . Hasil pantauan beberapa awak media dilapangan, ditemukan kejanggalan pada lembar rekapitulasi penghitungan suara, lembaran rekapitulasi tersebut diduga bodong, karena pada lembar  lampiran  model c-1  untuk DPD tidak berhologram pada pojok kiri atas serta tata cara pengisian rekapitulasi akhir tidak diketemukan cap ataupun stempel KPU yang seharusnya ada disetiap lembar lampiran model c-1 ataupun sertifikat rekapitulasi hasil pemungutan perolehan suara tidak memakai lembar asli yang dikeluarkan oleh KPU merupakan foto copy.

Beberapa awak media mencoba mendatangi kantor KPU Kota Batam di Sekupang, Selasa ( 15/04), guna melakukan konfirmasi dengan Ketua KPU Batam, Muhammad Syahdan, terkait terjadinya dugaan kertas rekapitulasi perhitungan suara bodong. Namun usaha dari beberapa awak media mengalami kegagalan karena ketua KPU sedang menerima tamu diruangan kerjanya dan tidak bisa diganggu.

Ironis memang, dalam situasi seperti ini seorang yang berwenang dalam penyelenggaraan pesta rakyat ini sulit untuk ditemui, akibat ditemukan pelanggaran terkait kecurangan dalam perhitungan suara ada kemungkinan terjadinya pemilihan ulang di beberapa TPS. ( oscar)

Top